Sudah susah mendapat pekerjaan, eh, sekarang malah dipaksa mundur!
Jaga emosi
Ketika atasan menyampaikan berita buruk ini pasti perasaan kita campur aduk. Pengennya, sih, nonjok muka atasan.... Tapi percaya, deh, meskipun tindakan itu bisa sedikit mengurangi kekecewaan kita, tetap nggak menyelesaikan masalah, tuh. Seberat apa pun keadaan yang harus kita hadapi, usahakan emosi tetap terkontrol.
Setelah kita bisa menguasai emosi, Patricia Sutanto, konsultan karier dari Jakarta Consulting Group, menyarankan kita untuk berpikir secara objektif. "Mintalah penjelasan mendetail pada atasan tentang keputusan perusahaan tersebut. Kalau memang alasan kualitas kerja kita dianggap tidak bagus, tanyakan apa yang harus kita lakukan agar kita menjadi lebih baik. Minta juga padanya untuk mengevaluasi kinerja selama ini. Atasan yang baik tentunya ingin anak buahnya lebih maju. Sikap profesional ini akan membuat kita lebih berkembang."
Ayo negosiasi!
Jika perusahaan meminta kita untuk mengundurkan diri, keputusan ini bukan harga mati, kok. Kita masih bisa memperjuangkan hak kita untuk bekerja di tempat tersebut. Patricia mengingatkan, sebelumnya kita mesti yakin kalau kinerja kita di tempat itu memang benar-benar baik, dan bukan persepsi kita yang merasa kinerja kerja kita baik. Itu sebabnya kita perlu bicara terbuka dengan atasan kita dan tetap bersikap terbuka.
Bersikap asertif.
Mengusulkan diri untuk pindah ke divisi lain adalah salah satu alternatif yang bisa kita lakukan. Tapi sebelumnya pelajari dulu peraturan dan kebijakan perusahaan kita. Setelah itu cari tahu divisi yang sedang membuka lowongan atau yang kita anggap membutuhkan kemampuan kita. Mintalah saran dari bagian HRD. Siapa tahu mereka bisa membantu kita dalam mengatasi masalah ini. CC


