Jangan keburu diterima dan ditolak. Jawab dulu pertanyaan yang CC jabarkan disini sebelum menerima ‘tembakan’ temannya mantan.
Suka nggak?
Kita memang ada rasa atau hanya ingin memanas-manasi mantan makanya menerima ‘pinangan’ temannya mantan. Jangan karena ingin membuat mantan kesal, kita menyakiti perasaan temannya dengan menjadikan dia sebagai ‘alat’ untuk bikin mantan sakit hati.
Is he good?
Apakah dia pria yang lebih baik dari mantan? Seberapa nyambung kita dengan si dia? Jangan sampai mengulangi kesalahan yang sama nih. Misalnya kita putus dengan mantan karena nggak sreg dengan hobi mantan yang suka utak-atik mobil, nah kalau temannya mantan punya hobi yang sama, kepentok masalah yang sama ‘kan?
Cinta pertama?
Jangan-jangan, sebelum menyukai si mantan, sebenarnya kita terlebih dulu suka dengan temannya. Karena nggak ada respon, kita jadi pacaran dengan si mantan deh. Kalau CC bilang sih, ini sinyal dari semesta, terima aja!
Komitmen
Harus ada komitmen nih, untuk nggak mengungkit-ungkit mantan dalam hubungan kita. Jangan sampai, ketika suatu saat ada cekcok, si mantan dibawa-bawa. Misalnya sebagai perbandingan atau membuat temannya kesal.
Cool aja
Yang namanya teman pasti suatu saat ketemu nih, antara si mantan dan gandengan baru kita, saran CC stay cool aja. Nggak dosa kok pacaran dengan temannya mantan. Tapi jangan terlalu memamerkan kemesraan. Jangan jadikan hubungan baru ini untuk menyakiti orang lain. (ESP/FOTOSEARCH)


