Trik mengelola gaji biar selalu cukup hingga akhir bulan!

"> Trik mengelola gaji biar selalu cukup hingga akhir bulan!

"> Trik mengelola gaji biar selalu cukup hingga akhir bulan!

" /> Semua Ada Posnya
Career
Semua Ada Posnya

12 Jul 2010

Gaji standar bukan halangan
Mendekati hari gajian, pikiran sering 'memanipulasi' kita. Biasanya kita merasa berhak mengosongkan isi dompet dengan anggapan, “Rekening bakal segera terisi lagi, kok.” Ada juga yang tanpa rasa bersalah langsung memuaskan hobi belanja karena merasa sedang kaya setelah gaji masuk ke rekening.

Kalau kedua kebiasaan di atas sering kita lakukan, pastinya, nih, berapapun nominal gaji yang diterima nggak akan pernah ada sisanya hingga gajian bulan berikutnya. Padahal dengan gaji standar pun kebutuhan kita kudu tercukupi. Menurut Ely, konsultan keuangan sekaligus pemilik Dreams Enterprise, triknya adalah membagi gaji menjadi empat pos besar!

“Pembagiannya: 30 % untuk tabungan, 30 % untuk membayar cicilan, 30 % untuk kebutuhan hidup, dan 10 % untuk biaya tidak terduga. Bila kebutuhan hidup tidak mungkin tercukupi dari 30% gaji, porsi tabungan dapat dikurangi minimal 10%.”

Jika mempunyai cicilan yang berbunga tinggi, kita boleh mengutamakan pembayarannya dibanding tabungan. Misalnya membayarkan sejumlah uang melebihi tagihan minimal kartu kredit, atau kita menyelesaikan cicilan kendaraan secepatnya. Kalau hutang sudah lunas, otomatis jatah tabungan, kan, bisa diperbesar.

Tapi pos kebutuhan tak terduga harus selalu ada untuk berjaga-jaga. Pos ini bisa digunakan bila kita tiba-tiba sakit atau ada kegiatan sosialisasi tidak rutin, seperti undangan pernikahan teman maupun membeli kado ulang tahun buat nyokap. Dengan begitu kita nggak perlu menganggu pos gaji lainnya. Sst... kalau nggak terpakai boleh banget, tuh, diambil sedikit untuk jatah bersenang-senang atau berlibur. CC



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?