Risiko pekerjaan
Meski terkesan nggak adil, seharusnya, sih, kita nggak perlu ngedumel bila ternyata profesi kita mengharuskan masuk di saat orang lain libur. Namanya juga risiko pekerjaan. Kalau memang nggak rela, mendingan dari awal kita nggak ambil pekerjaan itu. Daripada setiap ada tanggal merah bawaannya bete melulu....
Risiko ini sudah disadari Barratut Taqiyyah yang biasa disapa Ita. Sejak awal, Ita tahu bahwa surat kabar tempat dia bekerja sebagai reporter terbit setiap hari. Jadi, dia memang nggak pernah berharap bisa punya pola kerja yang sama dengan orang kebanyakan.
“Pas tahun kemarin tetap ngantor saat Lebaran, saya nggak terlalu kaget. Soalnya, sebelumnya sudah terbiasa dengan pola kerja berbeda. Contohnya, saat orang lain banyak yang libur di hari Minggu, saya malah meliput dan baru sampai rumah malam hari, karena harus nyetor tulisan dulu,” cerita Ita.
Stres? Ita yang baru saja umrah ini enjoy-enjoy saja, tuh. “Duit lemburnya lumayan gede, sih –hampir seperlima gaji pokok. Sampai-sampai, ada sebagian redaksi yang sengaja menunda pulang kampung demi dapat lembur Lebaran, hi hi hi...,” ungkap Ita. CC


