Popularitas dan kejayaan seorang seleb tidak semata-mata dicapai karena kemampuan dan bakat mereka. Diperlukan manajemen yang oke agar karier mereka terus eksis dan dekat dengan penggemarnya. Dan sst... ternyata kita bisa belajar mencapai kesuksesan dari mereka.
Aturan 1: Tunjukkan potensi
Sumber Inspirasi: Krisdayanti
Yang sudah dia lakukan:
Bisa dibilang karier nyonya cantik ini benar-benar dimulai dari nol. Biarpun berasal dari Batu, kota kecil di Jawa Timur, dia berani mendaftarkan diri ikutan Gadis Sampul. Sebelumnya, KD juga sudah mulai merintis kariernya sebagai penyanyi dengan mengikuti lomba Asia Bagus. Tidak berhenti di dua bidang saja, KD terus mengembangkan kemampuannya, mulai dari akting, bisnis, sampai jadi produser.
Pelajaran:
Buat kita yang baru aja memasuki dunia kerja, penting untuk mengenali diri sendiri. Apakah keahlian kita? Hobi apa yang bisa Anda kembangkan jadi lahan usaha? Semakin kita tahu potensi diri, kita pun akan lebih mudah meningkatkan image dan kepercayaan diri kita. Gali terus bakat-bakat terpendam. Jangan ragu untuk belajar terus, kalau perlu ikutan kursus atau sekolah lagi.
Jika kita baru masuk, kerahkan semua kemampuan kita sebaik-baiknya. Ingat, kesan pertama sangatlah penting. Jika kita berhasil unjuk gigi kehebatan kita, tidak hanya kita yang bangga, orang lain pun akan lebih menghargai kita. Siapa yang tidak mau merekrut orang serba bisa seperti kita?
ATURAN 2: Manajemen Krisis
Sumber Inspirasi: Britney Spears
Yang sudah dia lakukan:
Menikah secara mendadak dan membatalkannya beberapa jam kemudian. Awalnya banyak penggemarnya yang kecewa dengan keputusannya yang serba terburu-buru itu. Namun tak lama kemudian, pamornya naik lagi, bukan karena gosipnya, melainkan album terbaiknya keluar di pasaran dan laku keras.
Pelajaran:
Jangan menyerah gara-gara membuat satu kesalahan. Akui saja dan jangan gengsi untuk minta maaf pada pihak-pihak yang dirugikan. Britney tidak lari dari kesalahannya, bahkan membuat lelucon atas kejadian itu.
Begitu pula saat kita melakuan kesalahan saat presentasi di depan klien atau proyek yang kita pimpin tidak mengalami kemajuan yang berarti. Jangan kelamaan berlarut dalam kesedihan. Buruan evaluasi dan tangani proyek selanjutnya dengan lebih serius. Ketekunan kita bisa menebus kesalahan ini dan sekaligus akan dicatat sebagai niat baik.
Lebih baik tidak menutupi kesalahan kita, atau bahkan mencari kambing hitam atau menghindar. Sikap jujur kita justru akan bikin rekan kerja merasa lebih bersimpati. CC


