'Ketiban'delegasi tugas kantor memang susah-susah gampang. Jika (lagi-lagi)dengan pasrah mengiyakan, sama saja dengan mengorbankan dirisendiri—mesti lembur dan pusing karena ngurusintugas ekstra! Tapi maumenolak, kita takut kelangsungan karier di kantor dipertaruhkan—gimana kalau dicap pemalas atau nggak asyik oleh atasan dan rekankerja.
Hmm...salah besar jika kita berpikir demikian. Menolak delegasi tugasboleh-boleh saja, kok, yang penting, cara penyampaiannyatepat.
Rumus3 Langkah
Hanyadengan mengikuti tiga langkah baku ini, kita pasti 'selamat'!
Ucapkan pernyataan nggak bisa
Nggakharus bilang nggak bisa secara terang-terangan, tapi pilih kalimatyang lebih halus, misalnya:
“Maaf, bukannya nggak mau, tapi tugas saya yang kemarin pun belum selesai.”
“Saya, tuh, nggak jago dengan PowerPoint. Yakin mau saya saja yang bikin?”
Kasih alasan
Memberialasan, tuh, penting, karena sudah naluri dasar manusia buat bertanya“mengapa?” ketika ditolak. Pilih alasan yang masuk akal danterkesan nggak dibuat-buat. Kita bisa memberi alasan seperti:
“Tahu sendiri, deadline dari bos, tuh, mepet banget, padahal tugasnya banyak.”
“Lagipula, komputer saya lemot jika membuka PowerPoint.”
Tawarkan solusi
Kasihpenutupan 'berbau' positif setelah menolak. Dengan adanya solusi,kesannya, nih, kita sebenarnya ingin membantu, tapi kondisinya memangnggak memungkinkan. Misalnya:
“Bisa saja, sih, saya kerjakan, tapi setelah tugas saya sendiri selesai, ya. Sekitar lima hari lagi, boleh?”
“Gimana kalau saya bikin di rumah? Tapi karena harus pakai laptop dan adik saya pulangnya malam, jadi mungkin selesainya agak lama.”
Ingat!
Janganpernah...
Menolak dengan alasan 'berbau' pribadi, misalnya karena sudah janjian dengan pacar buat nonton. No, no, no!
Kepergok lagi asyik ngerumpi atau buka situs jejaring sosial setelah menolak—apalagi jika ngasih alasan lagi banyak kerjaan. Mengaku sibuk, kok, malah terlihat santai-santai....
Merasa bersalah setelah menolak, apalagi sampai menanyakan apakah ada hal lain yang mungkin bisa kita bantu—biasanya untuk mengurangi rasa bersalah, tuh. Tidak adalah tidak—titik. CC


