Dunia fashion nggak hanya membuka banyak posisi seperti desainer (plus pembuat pola dan tim jahit), fashion illustrator, fashion stylist, sampai fashion editor dari media cetak dan elektronik, tetapi juga persaingan yang cukup tinggi. Biar bisa survive, ada beberapa hal, nih, yang penting kita kuasai:
• Tahu yang kita mau. Untuk menjadi ahli di suatu bidang kita memang butuh modal yang cukup besar. Tapi bukan berarti juga kita harus ‘jor-joran’. Buat pemula, nggak perlu, deh, bela-belain bergaul sampai ke Paris atau Milan untuk mencari ilmu atau langsung membuka butik sendiri di lima lokasi strategis. Mulai dari yang kecil, seperti magang di desainer dalam negeri atau department store. Dari situ, kita baru merancang tahapan karier kita berikutnya.
• Konsentrasi. Perencanaan yang baik membuat kita tahu sasaran yang kita tuju. Kita jadi tahu langkah-langkah yang harus diambil sebelum memutuskan sesuatu. Jalani satu pekerjaan hingga selesai supaya hasilnya juga maksimal.
• Mood management. Mentang-mentang berada di dunia kreatif, bukan berarti kita harus selalu menunggu mood untuk menghasilkan suatu karya. Dunia fashion pun ada yang namanya tenggat waktu. Apalagi di sini kita pasti berhubungan dengan banyak orang. Sekali kita tidak menepati janji bisa jadi melunturkan kepercayaan orang lain. Rugi, kan?
• Magang plus. Seorang fresh graduate sebaiknya ikut bekerja di perusahaan besar. Sambil menambah ilmu dan pengalaman, kita bisa nebeng nama besar perusahaan supaya lebih cepat dikenal oleh kalangan fashion. Bila kita sudah ‘masuk’ dalam pergaulan mereka, otomatis networking akan bertambah. CC Foto: DOK FEMINA


