Memang, sih, ending sebuah hubungan dengan pacar nggak melulu pernikahan. Namun, setiap cewek rasanya ingin hubungannya bisa sampai ke pelaminan dan happily ever after. Namun, atas nama gengsi, nih, sering kali kita membiarkan hubungan mengalir dan (sok) nggak mau menanyakan arah hubungan. Saatnya mengambil alih kendali dan ‘membangunkan' si dia!

# Komentar menjebak
Setelah sekian lama pacaran, pasti ada momen kita datang ke kondangan atau acara keluarga dan muncullah pertanyaan, “Kapan menyebar undangan?” Kalau dulu kita menjawabnya, “Masih lama, ah!” Coba mulai sekarang kita lebih pede menjawabnya dengan kalimat, “Saya, sih, siap. Kalau kamu gimana?” sambil menggandeng si dia. Harapannya dia mulai berpikir, dong, soal kelanjutan hubungan.
# Menghilang sejenak
Mungkin setelah sekian lama jalan bareng, si dia terlalu terbiasa dengan keberadaan kita. Saat senang, kita siap mendampinginya. Begitu ada masalah pun dia punya tempat curhat maupun bersandar. Sesekali coba rencanakan liburan selama tiga hari tanpa komunikasi dengan pacar. Saat nggak punya ‘teman’, semoga dia sadar betapa serunya berpartner dengan kita selama ini.
# Pujian terselubung
Saat si dia bisa menyelesaikan suatu masalah dengan baik, jangan lupa berikan pujian kepadanya. Gunakan kalimat terselubung seperti, “Kalau kita kompak terus, aku bisa membayangkan kamu bakal jadi suami yang oke” atau “Nggak kebayang, deh, kalau pasangan aku bukan kamu nantinya.” Namanya juga cowok, dijamin pujian semacam itu bakal melambungkan egonya sekaligus membuatnya termotivasi untuk menjadi cowok paling tepat bagi kita, he he he.
# Ajak diskusi
Cowok saat belum siap—secara mental dan finansial—memang nggak akan pernah mengajak pacarnya menikah. Namun, buat mengingatkannya kita boleh banget membuka diskusi. Pertanyaan semacam, “Aku harus jawab apa kalau ortu nanya soal hubungan kita?” seharusnya bisa ‘membangunkan’ si dia. Silakan menyamakan target bila memang si dia belum siap, tapi berikan pula tenggat waktu agar kita nggak kelamaan menunggu.
# Kasih ultimatum
Bila si dia jelas-jelas meminta waktu untuk memikirkan hubungan—setelah segala macam usaha kita lakukan—jangan ragu untuk balik menggertaknya. Berikan waktu selama yang dia inginkan, tapi bukan berarti kita juga hanya duduk-duduk menunggunya. Kalimat “Kamu boleh berpikir ulang, sementara aku juga mau menikmati hidup” sudah pasti akan membuat dia sadar bahwa suatu saat kita bisa bertemu cowok baru dan meninggalkannya. Memang dia siap? He he he…
Alice Larasati
Foto: Fotosearch


