Money
Siasati Utang Kartu Kredit

23 Feb 2015

Kartu kredit selalu jadi masalah ketika kita tidak sanggup membayar tagihan. Selain pusing memikirkan utang, masih ada teror dari pihak bank dan debt collector yang menimbulkan perasaan tidak nyaman. Simak pengalaman tiga teman CC berikut supaya kita juga dapat mengontrol pemakaian kartu kredit.

Kebanyakan Kartu
Linda, 33, konsultan keuangan
“Tahun 2005, saya membuat kartu kredit pertama ketika baru mulai bekerja. Sejak itu saya sering mendapat penawaran-penawaran pembuatan kartu kredit baru. Pihak bank bahkan mengirimkan kartu kredit gratis yang bebas iuran tahunan.
“Tergiur penawaran tersebut, saya pun mengaktifkan kartunya supaya bisa menikmati fasilitas-fasilitas yang diberikan. Ada diskon makan di resto, promo beli satu gratis satu, serta beli gadget. Total ada delapan kartu yang saya pakai.
“Awalnya saya belanja menggunakan kartu setelah tanggal jatuh tempo supaya masuk dalam tagihan bulan berikutnya saat punya uang untuk membayarnya. Lama-lama saya lupa sendiri tanggal jatuh temponya karena kebanyakan kartu.

“Tahu-tahu datang tagihan yang totalnya Rp 28 juta! Kaget banget, sampai bingung bagaimana cara membayarnya? Langsung, deh, saya stop dulu semua pemakaian kartu kredit.
“Untuk membayar utang, saya mulai menyisihkan pendapatan. Misalnya, menyisihkan Rp 2 juta yang harus dibagi lagi untuk membayar tagihan beberapa kartu kredit. Kartu yang tagihannya mencapai Rp 6 juta terpaksa pembayarannya dicicil tiga kali.
“Selama setahun, tuh, saya beberapa kali di telepon pihak bank yang mengingatkan pembayarannya. Begitu utang lunas, saya langsung gunting kartu. Sekarang, kartu kredit saya tinggal tiga.”

Yuk, baca selengkapnya di majalah Cita Cinta terbaru yang edar 23 Februari-9 Maret 2015 seharga Rp 24.000.



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?