Career
Curi 8 Kunci Sukses Alex Ferguson

5 May 2014

Bicara soal sepak bola nggak akan lepas dari sosok yang satu ini, Sir Alex Ferguson. Selama 27 tahun, Fergie—sapaan akrabnya—merintis karier sebagai manajer klub Inggris Manchester United. Dia pun sukses membawa Setan Merah dari tim underdog menjadi salah satu tim paling hebat di dunia. Yuk, contek delapan ilmu kesuksesan Fergie yang bisa kita tiru.

Berani memimpin
Setiap tim butuh sosok yang bisa mengambil keputusan, mengayomi, dan memimpin tim menuju sukses. Selama 27 tahun, Fergie nggak hanya memimpin pemain di lapangan saja, tuh, tapi juga memimpin para staf dan fan MU. Pengembangan tim muda MU, sistem pembinaan, dan pencarian bakat juga langsung di bawah pengawasannya.
Satu hal yang bisa dipetik: jangan ragu mengambil kesempatan untuk memimpin sebuah tim. Keberanian dan tekad adalah kuncinya. Berani mengeluarkan pendapat serta mengambil keputusan krusial, lakukan demi kepentingan bersama bukan keuntungan sendiri.

Percaya diri
Fergie selalu percaya diri bahwa timnya memiliki kemampuan untuk mengalahkan tim lawan. Bila ingin mencapai hasil yang baik, kita harus pede dengan kemampuan yang kita miliki. Demikian juga saat bekerja dalam tim, tanamkan rasa percaya diri di dalamnya sehingga kita terpacu mengerahkan seluruh kemampuan untuk melakukan pekerjaan terbaik. Rasa pede yang tepat bisa memotivasi.

Cepat beradaptasi
Usia boleh tua, tapi pemikiran Fergie nggak terjebak di zamannya. Selama 27 tahun Fergie terus berevolusi membawa perubahan dan mengantar MU menuju puncak dan dapat mempertahankan keberhasilan itu. Dalam karier, jika kita nggak beradaptasi dengan situasi terkini, dengan cepat kita akan tertinggal. Cobalah berpikiran lebih terbuka, selalu update dengan isu terkini, dan terbuka dalam menerima segala masukan.

Bekerja dengan passion
Melihat sosok Alex kita akan tahu bahwa dia memiliki passion yang tinggi dengan sepak bola dan timnya. Pilihlah pekerjaan yang sesuai dengan passion kita sehingga tercipta suasana nyaman saat bekerja. Bekerja pada bidang yang disukai juga membuat kita lebih produktif dan enjoy mejalaninya.

Hubungan Baik
Memiliki hubungan yang baik dengan rekan kerja sangat penting dalam bisnis dan karier. Jika bekerja sama dengan seseorang, pastikan setelahnya Anda menjaga hubungan yang telah terbangun. Siapa tahu di lain waktu Anda membutuhkannya. Itu pula yang dilakukan Fergie. Dia selalu membangun hubungan baik dengan para manajer tim di seluruh dunia, bahkan dengan rivalnya sekalipun. Dia juga selalu memelihara hubungan baik dengan mantan pemain dan staf.

Kerja keras
Empat tahun pertama memimpin MU, Fergie nggak memperoleh satu pun trofi kemenangan. Baru pada tahun 1990 dia berhasil memenangkan trofi pertamanya bersama MU. Maksudnya, nih, jangan pernah merasa berkecil hati jika sesuatu nggak berjalan seperti yang kita bayangkan pada awalnya. Segala sesuatu butuh proses, wajarlah jika kita membutuhkan sedikit waktu untuk mencapai impian.

Loyalitas
Loyalitas jadi hal penting yang bisa kita pelajari dari Fergie. Dengan loyalitas kita bisa mengukur kemampuan diri dari masa ke masa dan dapat mengembangkan perusahaan. Ilmu yang didapat nggak setengah-setengah, deh.

Leave On Top
Fergie pensiun tepat saat MU berada di puncak kesuksesan. Selain memberikan kesan positif, secara nggak langsung dia telah memberikan bekal yang matang untuk diteruskan. Intinya, jangan ‘kabur’ saat perusahaan sedang membutuhkan Anda, sebaliknya antar perusahaan menuju sukses. Dengan begitu saat Anda melepasnya  penerus Anda nggak perlu membangun susah payah dari nol yang tentu saja prosesnya memakan banyak waktu. (DPR/FOTO:IST)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?