Membicarakan keuangan bersama pasangan saat akan menikah atau baru saja menikah bukanlah pilihan, melainkan kewajiban. Berikut adalah beberapa hal yang wajib dibicarakan bareng si dia!1. Jumlah penghasilan. Kalaupun si dia nggak mau menjelaskan detail saat pacaran, setelah menikah kita berdua harus tahu pasti jumlah penghasilan masing-masing. Dan perlu diingat, yang disampaikan nggak cuma gaji, tapi juga beragam bonus dan tunjangan. Dengan begitu, kita bisa dengan mudah mengatur jumlah pengeluaran dan tabungan bersama.
2. Jumlah utang. Cicilan kartu kredit, KTA, KPR, ataupun kendaraan harus dijelaskan juga secara jelas. Jika ternyata banyak utang yang harus dilunasi, kita harus mulai memikirkan solusi untuk melunasinya, misalnya dengan memangkas pengeluaran rumah tangga. Sekali lagi wajib diingat, tanpa adanya perjanjian pisah harta/pranikah, utang milik pasangan akan jadi utang kita juga setelah menikah.
3. Kebiasaan terkait keuangan. Kita terbiasa nongkrong di coffee shop tiga kali dalam seminggu? Kita paling nggak tahan melihat sale? Atau, kita rutin mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk hobi? Hal seperti ini wajib kita sampaikan kepada si dia dan begitu juga sebaliknya. Soalnya, setelah menikah, akan dihitung lagi pos pengeluaran apa yang bisa direm atau bahkan ditiadakan demi menambah pos tabungan dan investasi.
Baca aturan membicaran keuangan dengan pasangan lainnya di majalah Cita Cinta N0. 26/2015 yang edar 23 Desember 2015.


