Saat merasa karier sudah mandek, beralih profesi juga bisa Anda coba. Usia 30 bukan halangan buat memulai kembali dari nol, seperti empat teman CC yang sudah membuktikannya.
Jurnalistik => Public Relation Officer
Mencari yang Lebih Baik
“Di tahun ke sembilan menjadi jurnalis, saya mendapat tawaran kerja di bisnis retail sebagai PR. Awalnya sempat ragu, sih. Meski lulusan PR, saya tidak tahu bagaimana seluk-beluk bekerja di dunia ini. Apalagi banyak juga orang yang menyayangkan keinginan saya.
“Saya akhirnya tidak mendengarkan orang lain. Apa salahnya mencoba? Terlebih gaji yang ditawarkan cukup menggiurkan. Saya pun mantap meninggalkan pekerjaan lama.
“Awal pindah, saya sempat shocked dengan ritme pekerjaan yang lebih teratur. Saya juga nggak bisa mengikuti idealisme pribadi dalam mengerjakan pekerjaan. Untunglah semua bisa dilalui.
“Sudah hampir satu tahun saya bekerja sebagai PR dan saya justru merasa nyaman di bidang ini. Saya jauh lebih berkembang dan merasa pede. Senang akhirnya bisa menerapkan ilmu yang saya pelajari ketika kuliah.” (Ira Nursita, 33, Public Relation Officer)
Desain Grafis => Agen Asuransi
Ada Kemauan, Ada Jalan
“Nggak pernah terpikirkan bakal terjun ke dunia asuransi seperti sekarang. Setelah mengenyam pendidikan desain grafis di luar negeri, saya berhasil diterima bekerja di suatu majalah. Namun semua berubah memasuki tahun ketiga. Saya merasa karier sudah stucked dengan posisi saat itu sebagai art director.
“Di sisi lain, kondisi keluarga sangat membutuhkan biaya setelah ayah meninggal. Kemudian saya membandingkan diri dengan saudara yang berprofesi sebagai agen asuransi. Di usia yang sama, dia sanggup membeli rumah dan mobil. Saya pun tertarik untuk berkarier serius sebagai agen.
“Awalnya saya sangat takut mengambil pekerjaan ini karena saya benar-benar memulai dari nol. Berhubung nggak punya kenalan untuk diprospek sebagai nasabah, saya pun berbekal nekat. Saya rajin nongkrong di mal atau rumah sakit untuk mencari nasabah potensial. Saya juga rutin mengikuti berbagai pelatihan motivasi.
“Seiring waktu, kerja keras saya mulai terlihat. Di umur sekarang, saya bisa memiliki income lebih dari Rp 33 juta. Jelas, saya tidak akan pernah mendapatkan gaji sebesar ini jika masih menjadi desain grafis.” (Ratna Dewi, 33, Agen Asuransi)
Baca selengkapnya di majalah Cita Cinta No.15/XV yang terbit 21 Juli - 11 Agustus 2014 ini di toko buku terdekat dengan harga Rp 24.000 yaaa...
Mencari yang Lebih Baik
“Di tahun ke sembilan menjadi jurnalis, saya mendapat tawaran kerja di bisnis retail sebagai PR. Awalnya sempat ragu, sih. Meski lulusan PR, saya tidak tahu bagaimana seluk-beluk bekerja di dunia ini. Apalagi banyak juga orang yang menyayangkan keinginan saya.
“Saya akhirnya tidak mendengarkan orang lain. Apa salahnya mencoba? Terlebih gaji yang ditawarkan cukup menggiurkan. Saya pun mantap meninggalkan pekerjaan lama.
“Awal pindah, saya sempat shocked dengan ritme pekerjaan yang lebih teratur. Saya juga nggak bisa mengikuti idealisme pribadi dalam mengerjakan pekerjaan. Untunglah semua bisa dilalui.
“Sudah hampir satu tahun saya bekerja sebagai PR dan saya justru merasa nyaman di bidang ini. Saya jauh lebih berkembang dan merasa pede. Senang akhirnya bisa menerapkan ilmu yang saya pelajari ketika kuliah.” (Ira Nursita, 33, Public Relation Officer)
Desain Grafis => Agen Asuransi
Ada Kemauan, Ada Jalan
“Nggak pernah terpikirkan bakal terjun ke dunia asuransi seperti sekarang. Setelah mengenyam pendidikan desain grafis di luar negeri, saya berhasil diterima bekerja di suatu majalah. Namun semua berubah memasuki tahun ketiga. Saya merasa karier sudah stucked dengan posisi saat itu sebagai art director.
“Di sisi lain, kondisi keluarga sangat membutuhkan biaya setelah ayah meninggal. Kemudian saya membandingkan diri dengan saudara yang berprofesi sebagai agen asuransi. Di usia yang sama, dia sanggup membeli rumah dan mobil. Saya pun tertarik untuk berkarier serius sebagai agen.
“Awalnya saya sangat takut mengambil pekerjaan ini karena saya benar-benar memulai dari nol. Berhubung nggak punya kenalan untuk diprospek sebagai nasabah, saya pun berbekal nekat. Saya rajin nongkrong di mal atau rumah sakit untuk mencari nasabah potensial. Saya juga rutin mengikuti berbagai pelatihan motivasi.
“Seiring waktu, kerja keras saya mulai terlihat. Di umur sekarang, saya bisa memiliki income lebih dari Rp 33 juta. Jelas, saya tidak akan pernah mendapatkan gaji sebesar ini jika masih menjadi desain grafis.” (Ratna Dewi, 33, Agen Asuransi)
Baca selengkapnya di majalah Cita Cinta No.15/XV yang terbit 21 Juli - 11 Agustus 2014 ini di toko buku terdekat dengan harga Rp 24.000 yaaa...


