
Saat weekend berakhir dan hari Senin mulai kembali, Anda merasa gelisah, uring-uringan atau takut. Anda tidak siap menyambut hari untuk menjalani rutinitas pekerjaan seperti biasanya. Anda merasa malas bekerja, mungkin saja karena Anda tidak cocok dengan pekerjaannya.
2. Kemampuan Anda tidak diapresiasi.
Anda berhasil menyelesaikan proyek atau tugas sesuai target. Tapi, usaha Anda tidak dihargai. Berkali-kali Anda dikritik yang menyebabkan semangat kerja menurun.
3. Perusahaan tidak jelas
Perusahaan banyak berutang, beberapa divisi ditutup, karyawan level atas mengundurkan diri, gaji sering telat dibayarkan, fasilitas atau tunjangan berkurang.
4. Gaji tidak sesuai
Setelah Anda survei gaji untuk level Anda dengan bidang yang sama ternyata gaji Anda di bawah standar. Selama bertahun-tahun bekerja, kenaikan gaji tidak sesuai dengan pekerjaan yang dibebankan.
5. Tidak cocok dengan rekan kerja
Rekan kerja bisa menjadi semangat untuk berangkat kerja. Jika Anda memiliki ketidakcocokan dengan rekan kerja atau atasan dapat menganggu kerjasama tim.
6. Tertarik lowongan kerja di tempat lain
Setiap membuka komputer atau memegang handphone Anda habiskan untuk mencari lowongan kerja. Saat kumpul dengan teman-teman Anda sibuk menanyakan lowongan kerja di kantor mereka.
7. Merasa bosan
Anda merasa bosan dengan rutinitas yang dijalani di kantor. Bisa jadi Anda kehilangan passion dan tidak mencintai pekerjaan Anda. Parahnya lagi, jika Anda sampai merasa tertekan. Anda jadi tidak bisa mengembangkan ide lagi.
8. Tidak Dianggap.
Anda sering ketinggalan berita atau tidak dilibatkan dalam proyek baru. Anda seperti dilupakan atau dianggap tidak ada.
9. Tidak Ada Jenjang Karier.
Anda merasa karier Anda jalan di tempat atau tidak ada kemajuan. Idealnya, Anda bisa selalu meningkatkan kemampuan dan belajar mengembangkan diri.
Ratih Fitrina
Foto: Fotosearch


