Career
5 Kesalahan Pencari Kerja

7 Mar 2016

Di zaman sekarang, mencari pekerjaan memang nggak segampang dulu. Selain lapangan pekerjaan masih terbatas, saingan pun bertambah banyak. Para pemula harus punya strategi, nih, biar nggak kalah bersaing dengan para pencari kerja lainnya. Sebab kebanyakan pemula memiliki kepercayaan diri yang tinggi tapi tanpa disadari sering melakukan kesalahan yang membuat tereliminasi di awal. Berikut ini lima kesalahan yang sering dilakukan para pencari kerja.


Mengandalkan IPK
Jangan kelewat pede jika Anda memiliki IPK tinggi. Memiliki IPK tinggi nggak membuat kita bisa langsung diterima di perusahaan tempat kita melamar. Perusahan akan memberikan kita beberapa tes lanjutan, seperti psikotes, tes kesehatan, dan wawancara. Artinya, nih, kualitas kita secara menyeluruh akan menjadi pertimbangan penilaian, bukan soal akademik saja. Nggak jarang orang yang jago urusan akademik, justru jatuh dalam psiko tes atau wawancara. Karena itu, semua harus dipersiapkan dengan matang.

CV tidak spesifik
Perusahaan butuh data diri kita secara spesifik dan mendetail, mulai dari data pribadi, riwayat pendidikan formal, pendidikan informal, hingga pegalaman berorganisasi. Karena itu kita harus persiapkan CV sebaik mungkin. Kebanyakan pekerja membuat CV apa adanya. Jika memungkinkan buatlah CV dengn rapi dan sedikit berbeda dari CV pada umumnya. Ungkapkan juga dalam surat lamaran posisi yang diinginkan untuk ditempati. CV kita merupakan penilaian awal oleh bagian HR perusahaan.

Ribet soal gaji
Bersikaplah realistis dalam mengharapkan gaji. Jika Anda calon pekerja yang baru lulus, nggak mungkin langsung mengharapkan gaji yang sangat tinggi. Sebaikya perhatikan posisi yang ingin dituju dan ketahui kisaran gaji rata-rata pada posisi tersebut sehingga kita bisa lebih realistis dan nggak bikin calon perusahaan il-feel.

Nggak bijak menggunakan media sosial
Sebagian besar perusahaan saat ini nggak hanya menilai kita dari CV, psikotes, wawancara dan tes formalitas lainnya, tapi juga menilai kita dari media sosial. Karena itu, mulai sekarang bijaklah memanfaatkan media sosial kita. Kurangi curhat di media sosial, apalagi bergalau-galau ria.

Kurang riset perusahaan
Kita tentu harus mencari tahu informasi mengenai perusahaan yang akan kita lamar. Pelajari visi dan misi perusahaan sehingga kita tidak datang dengan kepala kosong. Kebanyakan pelamar melupakan hal ini, sehingga mati kutu saat ditanya mengenai perusahaan tersebut.

Dian Probowati
Foto: Fotosearch
 
 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?