Money
4 Cara Menabung untuk Traveling

7 Apr 2014

Ketersedian uang merupakan faktor utama untuk traveling. Biar tujuan jalan-jalan bisa terlaksana, kita harus mempersiapkan uang sejak jauh hari. Tapi, boro-boro untuk menabung, kebutuhan sehari-hari aja sudah pas banget. Ada triknya, nih, kalau kita memang berniat menabung untuk traveling. Ikuti cara CC, nih!


Menabung Mata Uang Asing

Cara menyimpan uang paling efektif untuk traveling adalah menabung dolar. Setiap minggu atau setiap bulan, tukarkan sisa atau tabungan rupiah ke dalam pecahan dolar dengan jumlah dan pecahan berapa pun. Jangan anggap remeh uang yang kita miliki. Misalnya, jika uang Rp 100.000 ditukarkan dengan dolar menjadi sekitar 10 dolar US. Harga ini sama dengan harga tiket bus dari Ho Chi Minh, Vietnam ke Phnom Penh, Kamboja. Artinya, uang senilai tersebut ternyata bisa membawa kita ke dua negara, Vietnam dan Kamboja.    

Menabung Nggak Harus Uang
Dibanding menyimpan uang, kita bisa menyimpan kebutuhan untuk di perjalanan dengan cara mencicil. Misalnya, bulan pertama digunakan untuk membeli tiket, bulan kedua untuk booking hotel, bulan ketiga untuk membeli perlengkapan perjalanan. Berikan waktu setidaknya enam bulan untuk menabung, sambil kita mencari tiket promo penerbangan, penginapan, atau diskon di tempat wisata.

Rekening Tabungan Terpisah
Biar cash flow pengeluaran rutin tidak terganggu, lebih baik buka rekening tabungan terpisah untuk traveling. ATM dari tabungan nantinya, kan, bisa berguna untuk menarik tunai saat traveling. Khusus untuk penggunaan ATM di luar negeri, perhatikan biaya administrasinya ya. Setiap tarik tunai, kita harus mengeluarkan uang rata-rata sekitar Rp 25.000-50.000 untuk sekali tarik tunai.

Hindari Berutang
Sebisa mungkin, hindari berutang pada bank untuk dana jalan-jalan, termasuk utang kartu kredit. Beban membayar utang saat pulang akan mengganggu keuangan pribadi. Kalaupun menggunakan kartu kredit, pastikan kita masih mampu melunasi dua-tiga kali pembayaran tiap bulannya. (GIE/FOTOSEARCH)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?