Money
15 Kesalahan Atur Uang

5 Jan 2015

Tiap orang tentunya ingin memiliki kondisi keuangan yang meyakinkan. Sayangnya, nih, seringkali kita melakukan kesalahan dalam mengelola keuangan—baik yang disadari maupun nggak, he he he. Di pergantian tahun, saatnya membuang kebiasaan lama yang merugikan. Berikut beberapa di antaranya, hasil konsultasi CC dengan Alemantis, CFP (R), (Titis), Independent Financial Planner dari PT QM Financial….

Tanpa perencanaan
Banyak di antara kita yang tidak memiliki tujuan keuangan. Begitu menerima gaji, kita jor-joran menghabiskannya untuk bersenang-senang. Akibatnya menjelang akhir bulan isi ATM kita sudah mendekati limit minimal, hehehe.   

Faktanya keinginan tertentu membuat kita terpacu untuk menabung. Mulailah dengan mencatat pengeluaran tiap bulan—terutama yang wajib. Lalu, mulailah menabung dengan tujuan yang pasti—bisa untuk keliling dunia, beli mobil, atau mencicil rumah. Dengan begitu kita termotivasi untuk menyimpan uang.

‘Budak’ kartu kredit
Kartu kredit merupakan alternatif pengganti uang tunai, namun bukan uang tambahan. Boleh saja kita menggunakannya untuk makan di mall, nonton bioskop, atau online shopping. Asalkan, nih, ada uang untuk membayar lunas ketika tagihan jatuh tempo. Sayang, banyak di antara kita yang justru kebablasan sampai tagihan menumpuk. Penting banget, tuh, membatasi pengunaan kartu kredit, misalnya maksimal hanya 10% dari gaji.

Menunda pembayaran

Transaksi dengan kartu kredit memang memudahkan. Tapi, jangan lupa untuk membayar tagihannya sampai lunas. Jika hanya membayar jumlah minimum, kita akan dikenakan bunga untuk sisanya. Sayang, kan, menghabiskan uang puluhan ribu rupiah—apalagi ratusan ribu, hanya untuk bayar utang bunga. Lebih baik uang tersebut dipakai untuk isi pulsa!

Kebanyakan ngopi
Menjamurnya coffee shop memberi kita pilihan beragam untuk ngopi sambil bersosialisasi. Namun kebayang, nggak, berapa rupiah yang kita habiskan per bulan—jika dua kali seminggu kita minum secangkir kopi di sana? Bisa ratusan ribu rupiah, tuh. Bukannya harus menghentikan sama sekali, hanya saja kurangi frekuensinya. Misalnya seminggu sekali, lalu jadi dua minggu sekali.

Tergiur sale
Ya, tanpa direncanakan kadang kita membeli voucher makan di situs daily deals atau sepatu di mall hanya karena sedang diskon. Memang, sih, potongan harganya mencapai 50%. Tapi sebenarnya kita tetap rugi, tuh, karena mengeluarkan uang untuk barang yang tidak terlalu dibutuhkan, apalagi—dan biasanya, sih…—jika stok sepatu atau baju di lemari sudah berlebih.

Baca kesalahan uang selengkapnya di majalah Cita Cinta No. 26/XV edar 29 Desember 2014 sampai 29 Januari 2015 seharga Rp 24.000


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?