Siapa bilang Anda tidak bisa menyimpan uang minimal Rp 3 juta per bulan? Teknik “sedikit demi sedikit menjadi bukit” bisa jadi cara mengumpulkan uang untuk tabungan per bulan tanpa merasa membebani diri sendiri. Kuncinya, coba cara yang tricky berikut:
1. Simpan uang kembalian pada botol bekas selai. Terlihat sedikit, seandainya setiap bulan terkumpul Rp 100.000, tapi setahun bisa mencapai Rp 1, 2 juta. Kalau Anda berbelanja dan ada uang kembali, simpan uang tersebut, jangan digunakan lagi untuk belanja yang lain.
2. Simpan kenaikan gaji. Seandainya Anda masih dapat hidup dengan gaji pokok, setiap kali menerima kenaikan gaji, simpan sejumlah yang baru naik tersebut.
3. Setiap pulang kerja, simpan Rp 30.000 pada kotak khusus (atau celengan).
4. Nomor seri acak. Pilih akhir nomor seri tertentu (dua atau tiga digit di belakangnya) dan setiap malam, simpan uang yang nomor seri akhirnya seperti yang sudah Anda pilih.
5. Menabung impulsif. Tergoda berbelanja barang yang tidak penting? Simpan uang sejumlah barang yang tadinya mau dibeli tersebut.
6. Tagih diri sendiri. Buat ‘tagihan’ bulanan yang mengingatkan untuk menabung setiap bulannya. Coba gunakan budgeting software untuk ‘pengingat’ tersebut seperti Mint.com atau PowerWallet.
7. Simbolisasikan tabungan. Misalnya, Anda ingin traveling jauh tahun 2017, setiap 10 hari sekali, simpan Rp 217.000.
8. Uang temuan = tabungan dadakan. Setiap potongan harga tidak terduga dari pembelian atau menemukan uang terselip di kantong celana, langsung masuk ke dalam tabungan.
9. Penghargaan pribadi. Setiap kali Anda berhasil menahan diri tidak berbelanja barang yang menarik mata, bayar diri Anda dalam jumlah tertentu. Contoh, Anda tidak jadi membeli es krim cone di mall, simpan Rp 50.000.
10. Ubah kebiasaan bersenang-senang tapi mahal. Sering janjian bertemu teman di gerai kafe franchise internasional? Ganti tempatnya ke kafe lokal, tempat hang out lain yang lebih murah tapi tetap nyaman, atau, justru, jadi di rumah sendiri. Nggak kalah nyaman dan enak, kok.
(MEIRANIE NURTAENI, FOTO: FOTOSEARCH)
2. Simpan kenaikan gaji. Seandainya Anda masih dapat hidup dengan gaji pokok, setiap kali menerima kenaikan gaji, simpan sejumlah yang baru naik tersebut.
3. Setiap pulang kerja, simpan Rp 30.000 pada kotak khusus (atau celengan).
4. Nomor seri acak. Pilih akhir nomor seri tertentu (dua atau tiga digit di belakangnya) dan setiap malam, simpan uang yang nomor seri akhirnya seperti yang sudah Anda pilih.
5. Menabung impulsif. Tergoda berbelanja barang yang tidak penting? Simpan uang sejumlah barang yang tadinya mau dibeli tersebut.
6. Tagih diri sendiri. Buat ‘tagihan’ bulanan yang mengingatkan untuk menabung setiap bulannya. Coba gunakan budgeting software untuk ‘pengingat’ tersebut seperti Mint.com atau PowerWallet.
7. Simbolisasikan tabungan. Misalnya, Anda ingin traveling jauh tahun 2017, setiap 10 hari sekali, simpan Rp 217.000.
8. Uang temuan = tabungan dadakan. Setiap potongan harga tidak terduga dari pembelian atau menemukan uang terselip di kantong celana, langsung masuk ke dalam tabungan.
9. Penghargaan pribadi. Setiap kali Anda berhasil menahan diri tidak berbelanja barang yang menarik mata, bayar diri Anda dalam jumlah tertentu. Contoh, Anda tidak jadi membeli es krim cone di mall, simpan Rp 50.000.
10. Ubah kebiasaan bersenang-senang tapi mahal. Sering janjian bertemu teman di gerai kafe franchise internasional? Ganti tempatnya ke kafe lokal, tempat hang out lain yang lebih murah tapi tetap nyaman, atau, justru, jadi di rumah sendiri. Nggak kalah nyaman dan enak, kok.
(MEIRANIE NURTAENI, FOTO: FOTOSEARCH)



