Money
10 Trik Dapat Passive Income

16 Jan 2014

Masalah kita adalah setiap bulan gaji rasanya cuma numpang lewat. Belum lagi gajian berikutnya datang, gaji sebelumnya sudah habis nggak bersisa. Masih produktif saja sudah begini, gimana kalau sudah pensiun nanti? Jangan-jangan malah minim penghasilan. So, sudah pasti kita harus punya penghasilan tambahan—minimal dapat uang ekstra dari gaji sendiri, deh. Ini cara mudahnya:

1. Lindungi nilai uang karena nilainya menurun jika hanya disimpan dalam bentuk tunai. Ambil tabungan untuk membeli tanah atau apartemen. Jika dijual kembali kita akan dapat hasilnya dua kali lipat.

2. Bujet makan siang di luar jika dikumpulkan sebulan sudah cukup untuk membeli reksa dana. Mulailah membawa bekal ke kantor atau puasa setidaknya Senin dan Kamis agar pengeluaran tersebut bisa dialihkan untuk tabungan.

3. Belum mampu mendirikan kontrakan, mulai dengan mendirikan tempat penitipan kendaraan—terutama jika punya tanah kosong dekat stasiun atau terminal.



4. Ubah utang konsumtif menjadi produktif, misal mobil yang tadinya dipakai sendiri diubah jadi omprengan. Pendapatannya bisa digunakan untuk cicilan kredit.


5. Gunakan hobi traveling sebagai bisnis, misal bikin paket wisata murah atau tawarkan menulis artikel wisata di media massa.

6. Bila kita susah menabung, gunakan program tabungan berjangka bank. Hasil dari tabungan itu bisa diinvestasikan untuk memulai usaha kecil atau membeli reksa dana.

7. Pilih deposito daripada hanya menabung di bank. Pasalnya bunga tabungan hanya 1-2%, sedangkan bunga deposito 5,5%.

8. Jika kendaraan kita nganggur saat weekend, sewakan kepada tetangga atau saudara yang membutuhkan. Income-nya lumayan untuk tambahan uang bensin.

9. Jangan sia-siakan lokasi rumah yang strategis. Bila masih ada kamar kosong, sewakan saja untuk kos-kosan.

10. Mulai sortir pakaian yang sudah lama namun masih oke kondisinya, lalu bikin garage sale. Minimal kita akan dapat uang tambahan untuk belanja bulanan. (SM/FOTO:FOTOSEARCH)




 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?