
Foto: Dok. Pribadi
Karena tugas berat itulah sebelum mendesain ada beberapa tahapan yang dilakukannya. Diawali dengan berkomunikasi terlebih dahulu untuk menemukan kecocokan antara dirinya dengan klien. Jika cocok, baru dilanjutkan dengan memahami daftar pertanyaan yang panjang untuk mengetahui kebutuhan klien, termasuk meminta kliping interior desain yang mereka sukai.
“Hal ini dilakukan bukan untuk mengopi, melainkan agar desain saya tidak melewati target yang diinginkan. Setelah itu, dibuatlah gambar 2D berupa layout floorplan dengan berbagai pilihan yang dilanjutkan ke bentuk 3D rendering yang sudah menyerupai foto,” papar Yuni, yang menambahkan bahwa klien juga akan ditemani untuk berbelanja furnitur, artwork, dan aksesori lainnya.
Seperti proyek apartemen dalam gambar di halaman ini yang dibuat Yuni untuk pasangan muda yang baru saja memiliki 1 putra. Hunian dibuat sekasual mungkin karena penghuni tidak menginginkan suasana yang serius. Karena itu, permainan warna dan tekstur dibuat sedikit lebih berani menyesuaikan sifat pasangan yang menyukai suasana dinamis. Untuk kamar tidur utama, didesain dengan tampilan yang timeless sesuai permintaan.
Dalam mendesain berbagai proyek hunian, Yuni selalu mementingkan faktor fungsi di atas faktor estetika. Alasannya, ia termasuk orang yang praktis. Namun, ia selalu berusaha untuk mengolaborasikan kedua faktor tersebut secara seimbang, karena idealnya antara fungsi dan estetika harus saling mendukung untuk menyempurnakan tampilan ruang.
Tidak mengherankan, desainnya acap kali berbicara tentang keseimbangan dengan ciri khas casual elegance yang kental. Penggemar kopi ini juga selalu menonjolkan karya yang tidak lekang oleh waktu. “Jadi, tidak ada yang ‘berteriak’. Semuanya melebur secara harmonis sesuai fungsi dan keindahannya yang timeless,” ujarnya lagi.
Untuk mendapatkan inspirasi mendesain, Yuni mengaku bisa datang kapan dan dari mana saja. Bahkan, mulai dari hal-hal sederhana yang sering dianggap remeh orang hingga hal-hal yang lebih besar, seperti traveling atau arsitektur bangunan. Saat mengaplikasikannya pun ia hanya menyesuaikan dengan keadaan. Jadi, tidak ada faktor apa pun yang menyulitkannya.
Prinsip yang dianut Yuni saat mendesain adalah just go with the flow and let it flow. Ketika ada tantangan, maka dicari solusinya. Salah satunya, tetap berkomunikasi baik dengan klien.
“Saya rasa ada jalan keluar untuk tiap masalah. Jika memang harus belajar sesuatu yang baru, ya, ditekuni. Jika memang ada kendala saat proses, tidak masalah karena di masa mendatang kita pasti menganggap itu sebagai pelajaran yang berharga,” katanya, tersenyum. (f)
Topic
#yunijie, #interior, #desainerinterior


