Di Jakarta, pemunculan kokedama disambut hangat. Bentuknya atraktif dan tak biasa. Dedaunan muncul dari satu titik bola kokedama, tanpa adanya pot konvensional.
Kokedama--koke berarti lumut, dama berarti bulat--muncul di Jepang sejak lama sebagai cara menghijaukan hunian mungil. Seni pembuatannya diadopsi dari teknik bonsai bernama nearai, yakni cara menanam tanpa media pot.
Salah satu pembuat kokedama di Jakarta, Living with L.O.F (Lots of Flower), berbagi ilmu pembuatannya di tengah perayaan 10 tahun Anomali Coffee, di Anomali Coffee cabang Menteng, beberapa waktu lalu.
Dalam workshop diajarkan cara menyulam tali untuk mengunci bentuk dari serabut kelapa. Agar permukaan bola berlumut, bulatan ini lalu dibiarkan di tempat lembap.
Para pengajar dari L.O.F. membawa tanaman-tanaman yang tengah disukai saat ini, seperti monstera, dracena, dan pillow lemon, untuk selanjutnya diolah menjadi kokedama.
Workshop seni pembuatan kokedama ini terisi penuh. Semua peserta tampak mengikuti dengan saksama, mencoba seluwes mungkin menaklukkan bentuk tanaman yang bulat dan menyulamnya dengan rapi di bagian luar agar terlihat tali-temali yang fungsional sekaligus cantik.
Lahir sejumlah penggemar baru kokedama dan mereka yang siap mengapresiasi produk dekoratif alami. “Saya mau langsung ke toko L.O.F. di bilangan Cipete seusai kelas ini. Pengin lihat koleksi mereka lainnya,“ seru salah satu peserta. (f)
Baca juga:
Tren Pet Café yang Mulai Naik Daun, Dari Kucing Hingga Domba!
Belanja Tanaman Dapur Hingga Potluck Nusantara di Acara Komunitas Organic Kitchen Garden
Dari #10TahunAnomaliCoffee! Apresiasi Kopi Lewat Ilustrasi Seni
Trifitria Nuragustina
Topic
#10tahunanomalicoffee, #kokedamajakarta, #leskokedama




