Koleksi awal dari langkah revamp jenama ini juga debut koleksi peranti gaya hidup dalam gaya unik dan antik yang dikurasi oleh sang desainer.
Ketika fashion, benda antik dan seni berpadu di koleksi JW Anderson Resort Spring 2026. Foto: Dok. JW Anderson
Sebagian bisa jadi aksesori fashion, lainnya cocok jadi isi lemari atau dekorasi rumah, terutama bagi mereka pencinta benda antik atau unik eklektik ala Inggris.
Sebagai kreator dan kolektor seni, Jonathan Anderson menciptakan peranti gaya hidup JW Anderson Resort Spring 2026 ini dengan berkolaborasi bersama seniman kontemporer terkemuka, yang mereinterpretasi benda-benda vintage.
Melihat koleksinya, auto terbayang suara door chime atau denting bel di pintu toko saat dibuka.
Koleksi jenamanya ini ia sebut lemari benda antik dan unik di masa modern, bagian dari revamp yang bakal meluncurkan situs web baru pada 1 September 2025.
JW Anderson akan menawarkan lebih dari 560 items; dari sweter motif argyle, tas Loafer, celana asimetris, hingga pensil mekanik dan garpu tanah injak.
Fashion dan peranti gaya hidup antik dan unik, seperti gunting motif bordir berbentuk bangau buatan Ernest Wright (kedua dari kanan)
dari leburan baja abad pertengahan, dan decanter tag botol sherry dari abad ke-19. Foto: Dok. JW Anderson
dari leburan baja abad pertengahan, dan decanter tag botol sherry dari abad ke-19. Foto: Dok. JW Anderson
Benda-benda yang dikurasi memiliki narasi tersendiri. Contohnya peralatan berkebun vintage yang dihiasi grafir JWA. Benda-benda antik ini termasuk penyiram tanaman (gembor) antik dari Prancis, yang bikin acara berkebun kita terlihat stylish.
Untuk mengisi interior rumah, ada kursi berlengan Morris dari Hope Springs, workshop di Sussex dari perajin terkemuka Jason Mosseri. Terlihat nyaman untuk langsung diduduki.
Ada juga bangku Mackintosh, yang dibuat ulang dari desain karya arsitek dan desainer Skotlandia, Charles Rennie Mackintosh, yang memberi sentuhan art nouveau ke dalam interior rumah.
Lemari ala JW Anderson bukan cuma berisi tas dan sepatu, tapi juga handuk tangan dapur (kiri atas), peralatan berkebun vintage (tengah bawah), dan kursi Morris dari Hope Springs (kanan atas). Foto: Dok. JW Anderson
JW Anderson juga merilis set cangkir + alas dari keramik China bersiluet unik, kolaborasi dengan jenama ternama Wedgwood dan seniman keramik terkenal Lucie Rie. Cocok untuk minum espresso atau Dawn Til Dusk, varian teh JW Anderson Postcard Tea yang wangi.
Selain itu ada pula mug bermotif kolaborasi JW Anderson dengan Nicholas Mosse Pottery, jenama keramik Irlandia.
JW Anderson juga merilis aksesori yang trending sekaligus bisa jadi elemen dekorasi. Apalagi kalau bukan charms, yang didesain dalam bentuk sayuran. Wortel, kembang kol, lobak... tinggal pilih!
Namun yang paling istimewa adalah decanter tag dari perak berbentuk kelelawar dari bad ke-19. Decanter tag adalah label minuman seperti wine, yang umumnya dikalungkan ke leher botol.
Vegetable charms (kiri); boxer favorit sang desainer dari damask-silk (kiri atas), silver decanter tag bentuk kelelawar dari abad ke-19.
Foto: Dok. JW Anderson
Foto: Dok. JW Anderson
Dikurasi sendiri oleh Anderson dari pelelangan, decanter tag ini termasuk langka, sehingga harganya juga langka untuk kantong tipis (hampir 49 juta rupiah saja).
Tampaknya Jonathan Anderson menerapkan kalimat favoritnya dari penulis dan penyair Oscar Wilde, ke dalam koleksi JW Anderson Resort Spring 2026: “Rahasia dari kehidupan ada di dalam seni.”
Zornia Harisantoso


