
Foto: Fotosearch
Saat ini, masih banyak orang yang menggantungkan kebersihan organ intim pada produk-produk pembersih vagina, seperti air mawar, sabun wangi, tisu basah, sabun sirih, atau produk herbal. Padahal, menurut Roshini Rajapaksa, M.D., peneliti medis dari NYU School of Medicine, Amerika Serikat (AS), produk pembersih organ intim seperti itu bisa mengubah pH vagina. Kelembapan vagina yang berubah berpotensi meningkatkan risiko terkena infeksi jamur, memicu tumbuhnya bakteri vaginosis, dan menimbulkan penyakit radang panggul.
Menurut Roshini, cara terbaik membersihkan area intim adalah dengan mencuci lembut daerah eksternal (vulva) untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi. Biarkan vagina mengering sepenuhnya sebelum berpakaian. Kondisi vagina yang lembap malah dapat merangsang perkembangbiakan bakteri. (Sumber: health.com 2016)
Topic
#vagina




