Health & Diet
Tetap Waspada Virus Corona Selama Ramadan dan Lebaran

30 Apr 2021


Foto: Shutterstock

Belajar dari meningkatnya angka infeksi dan kematian karena COVID-19 di India baru-baru ini kita harus tetap mewaspadai ancaman virus corona. Sempat menyusut, kini angka infeksi harian dan kematian di India melonjak tajam. Seperti gelombang tsunami. Abai protokol kesehatan karena terlalu percaya diri setelah banyak orang menjalani vaksinasi, disebut-sebut jadi penyebab. 

Sudah menjalani vaksinasi, bukan alasan untuk jumawa. Bahkan pernah terinfeksi pun tak berarti kita jadi kebal seratus persen. Faktanya, vaksinasi hanya salah satu upaya dalam mengendalikan pandemi dan membentuk herd immunity. Vaksin dapat menurunkan risiko keparahan dan kematian, namun selama virus masih banyak di sekitar kita dan pandemi belum terkendali, kita masih bisa terinfeksi virus corona dan menulari orang lain. 

Banyak kasus membuktikan, seseorang yang pernah terinfeksi dan sembuh pun, masih bisa mengalami COVID-19 lagi. Antibodi terhadap virus corona yang belum tentu optimal dan mutasi virus yang menghasilkan berbagai varian virus corona, membuat risiko reinfeksi sangat mungkin terjadi. 

Angka infeksi harian yang meningkat jadi pengingat bahwa pandemi belum berlalu, Ramadan dan Lebaran yang bagi umat muslim menjadi bulan suci penuh berkah pun tak membuat virus corona berhenti mengancam kesehatan kita. Bahkan, jika mau jujur, tanpa upaya maksimal, risiko terinfeksi malah bisa meningkat. Acara buka puasa bersama, tarawih di masjid, dan mudik saat lebaran yang dilakukan tanpa protokol kesehatan ketat, justru bisa berujung tragis.

WHO hingga kini tetap merekomendasikan pemakaian masker, menjaga jarak, sering mencuci tangan, membatasi mobilitas, dan menghindari kerumunan sebagai protokol untuk meminimalkan paparan virus corona. Karena makin banyak paparan virus makin tinggi pula risiko terinfeksi. 


Bila sesekali harus ke tempat umum seperti menggunakan kendaraan umum, belanja di supermarket, mengurus keuangan di bank, bekerja, atau beribadah di masjid, menjaga kebersihan diri dan benda-benda yang bersentuhan dengan kita harus jadi prioritas. Membekali diri dengan antiseptik/desinfektan yang aman seperti SEPTIAIR kemana pun kita pergi, bisa jadi upaya mandiri untuk melindungi diri. 

SEPTIAIR merupakan semprotan antivirus tanpa alkohol yang dapat digunakan untuk udara, benda-benda yang sering disentuh, bahkan aman jika terkena kulit. Kandungan dalam SEPTIAIR yaitu senyawa Phenol (4-Chloro-3,5-dimethylphenol) yang sesuai rekomendasi WHO dalam dokumen WHO Interim Guidance – Laboratory Biosafety Guidance related to Coronavirus Disease (Covid-19). dan sudah teruji klinis ampuh membunuh kuman dan virus, termasuk COVID-19. Karena tidak mengandung alkohol SEPTIAIR dapat digunakan untuk menyucihamakan peralatan sholat, serta tidak memiliki risiko terbakar. Aman. 

Selain melindungi diri dari risiko paparan virus dari luar, penting juga untuk membentengi diri dari dalam. Menjaga kecukupan asupan gizi, air minum, dan tidur di bulan Ramadan dan Lebaran biasanya jadi tantangan tersendiri. Godaan untuk mengonsumsi makanan dan manis tinggi kalori saat berbuka dan Lebaran begitu besar. Sementara waktu tidur berubah, karena harus bangun sahur. 


Sebagai tindakan pencegahan, tak ada salahnya mengonsumi suplemen makanan yang mengandung vitamin dan mineral yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Ada beberapa standar pencegahan dan pengobatan yang sudah dipublikasikan oleh pemerintah terkait COVID-19 yang menyebutkan Zinc 99 MG, Vitamin C, Vitamin B Kompleks, dan Vitamin D adalah beberapa vitamin dan mineral yang dapat membantu imunitas tubuh, bahkan diberikan pada mereka yang terinfeksi COVID-19 dengan gejala ringan hingga sedang.

Vitamin C memiliki peran merangsang pembentukan antibodi di dalam tubuh dan merupakan komponen antioksidan yang baik untuk melawan radikal bebas. Sementara itu,  Zinc 99 MG adalah mineral yang punya peranan penting meregenerasi sel tubuh yang rusak serta bermanfaat menjaga imunitas. Selanjutnya Vitamin B Kompleks sangat penting untuk melancarkan sistem metabolisme dan sistem syaraf.

Tentu saja penting untuk memilih suplemen berkualitas agar tubuh mendapat manfaat optimal, jangan asal murah atau asal ada saja. C2FIT bisa jadi pilihan tepat karena memiliki kandungan Zinc 99 MG, Vitamin C, Vitamin B Kompleks dalam dosis tinggi. Agar optimal diserap tubuh, C2FIT dilengkapi teknologi slow release, sehingga vitamin dan mineralnya dapat bekerja melindungi tubuh hingga 24 jam. 

Tak perlu ragu untuk mengonsumsinya saat sahur, pasalnya, Vitamin C yang ada pada C2FIT merupakan Vitamin C generasi ke-3 yang aman bagi lambung. Aman untuk dikonsumsi orang yang memiliki masalah asam lambung dan yang sedang berpuasa.

Dengan perlindungan optimal dari dalam dan luar, kita pun bisa fokus beribadah. Selamat menjalankan ibadah puasa. (f) 


Baca Juga: 
Vaksinasi COVID-19 Saat Berpuasa, Apa Dampaknya Bagi Imunitas Tubuh?
5 Buah Penjaga Imunitas Tubuh
Pola Makan Sehat Untuk Menjaga Imunitas
 

 



Topic

#zinc, #lebaran, #liburan, #puasa, #varianbaru, #infeksi, #hotel, #tiket, #kuliner, #C2FIT, #septiair, #antiseptik, #who

 


MORE ARTICLE
polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?