Foto: pexelsPandemi COVID-19 membuat penyandang diabetes harus lebih disiplin menjaga gula darah berada dalam kisaran target yang disarankan dokter. Pasalnya, diabetes adalah salah satu penyakit penyerta atau komorbiditas utama dari kasus positif dan kasus meninggal dunia COVID-19.
Berdasarkan data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (4/8/2020), diabetes menempati urutan kedua setelah hipertensi, lebih rentan mengalami perparahan bahkan menyebabkan kematian jika terinfeksi COVID-19.
“Apabila seseorang yang memiliki penyakit diabetes terpapar virus COVID-19, maka mereka memiliki potensi lebih besar untuk mengalami tingkat keparahan yang lebih tinggi. Hal ini dikarenakan fluktuasi level gula darah dan kemungkinan adanya komplikasi diabetes lainnya,” dr. Roy Panusunan Sibarani, SpPD-KEMD, FES; Endokrin.
Kepatuhan dalam menjalankan pengobatan, baik dengan obat oral maupun insulin, dan tetap berkonsultasi dengan dokter jadi kunci untuk menjaga gula darah dalam angka normal. Namun, pada saat pandemi COVID-19 ini masyarakat cenderung takut untuk berkunjung ke fasilitas kesehatan.
Hal ini terlihat dari survei MarkPlus Industry Roundtable edisi ke 20 yang membahas institusi kesehatan selama COVID-19. Berdasarkan hasil survei cepat yang dilakukan, masyarakat semakin takut untuk mengunjungi rumah sakit sejak pandemi. 71,8 persen responden mengaku tidak pernah mengunjungi rumah sakit ataupun klinik sejak adanya COVID-19.
Yang dikhawatirkan, pasien diabetes jadi berkurang kepatuhannya dalam menjalankan pengobatan dan memeriksa kadar gula darahnya. "Apabila kepatuhan ini berkurang dan gula darah naik dari kisaran target, pasien diabetes berisiko tinggi untuk mengalami komplikasi di masa depan walaupun tidak terinfeksi COVID-19,” ujar dr. Roy.
Asalkan mengikuti protokol kesehatan, menurut dr. Widyastuti, MKM, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, sebenarnya masyarakat tidak perlu takut untuk mengunjungi fasilitas kesehatan di masa pandemi ini.
“Walaupun di masa pandemi COVID-19, pengobatan diabetes tetap harus berjalan seperti biasa. Maka, penyandang diabetes tidak perlu takut pergi ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan atau berkonsultasi dengan dokter. Selama mereka memperhatikan protokol keselamatan atau yang kita sebut gerakan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan teratur, maka kesehatan dan keamanan dapat tetap terjaga.”
Tak hanya menjalani pengobatan dan memeriksa gula darah secara teratur, karena diabetes merupakan penyakit yang erat sekali hubungannya dengan gaya hidup, penyandang diabetes harus memperhatikan pola makan dan gaya hidup sehat. (f)
Baca Juga:
Mengenal OCD, Gangguan Mental Penyebab Obsesi Berlebihan Seperti Dialami Rina Nose
Enggak Ada Ruginya, Ini Manfaat Lain Pakai Masker
Jangan Remehkan Penyakit Tuberculosis, Apa Perbedaannya Dengan COVID-19?
Topic
#kesehatan, #diabetes, #covid19, #pandemi


