Foto: Pixabay
Berdasarkan Data Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI, per tanggal 23 Maret 2020 pukul 12.00 WIB, ada 579 kasus dan 49 jiwa meninggal dunia karena Covid-19 di Indonesia.
Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19 dalam siaran pers yang diterima femina menyatakan bahwa tak hanya kelompok usia lanjut maupun mereka yang memiliki penyakit penyerta saja yang berpotensi terjangkit Covid-19, kelompok usia muda dengan imunitas yang bagus pun juga rawan tertular, bahkan gejalanya sangat minim.
Anak muda memiliki potensi besar sebagai pembawa (carrier) mikroorganisme SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 dan menularkan kepada orang tua atau manusia usia lanjut (manula). Hal ini dapat terjadi ketika anak muda yang sudah terkena namun tampak sehat kemudian secara langsung maupun tak langsung membawa virus tersebut ke lingkungan yang terdapat manula.
“Anak muda yang nampak sehat dalam beberapa kasus justru bisa menjadi pembawa mikroorganisme SARS-CoV-2 kepada golongan manusia usia lanjut (manula). Ketika kita terkena dan tidak isolasi diri, ini problem mendasar sehingga sebarannya cepat," kata Yuri di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta, Sabtu 21 Maret 2020.
Pria yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI menambahkan bahwa materi cemaran yang berisi SARS-CoV-2 itu dapat berada di udara (airborn) sehingga penting bagi siapa saja untuk menjaga jarak interaksi minimal satu meter.
Cemaran itu juga dapat tertinggal di benda mati. Banyak kejadian cemaran di benda mati tertinggal dan tidak sengaja disentuh orang sehat sehingga pindah tangan. Kemudian korban yang tangannya tercemar memindahkan virus ke tubuhnya baik melalui area muka atau saluran napas karena tidak mencuci tangan.
Yuri mengajak siapapun termasuk yang merasa sehat agar benar-benar mematuhi imbauan pemerintah untuk lebih banyak tinggal di rumah dengan isolasi mandiri.
"Kita ingatkan tetap laksanakan upaya menjaga jarak saat melaksananan kontak sosial, jangan kurang dari satu meter. Ini penting untuk menghindari kerumunan, pertemuan-pertemuan menghadirkan banyak orang yang memiliki peluang penularan penyakit ini," imbuhnya.
Ia meminta masyarakat melakukan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Selebihnya bagi masyarakat yang tengah menjalankan giat bekerja di rumah (Work From Home) juga diharapkan agar mematuhi protokol tersebut dan tidak keluar rumah tanpa alasan penting seperti memenuhi kebutuhan pangan atau kesehatan.
"Ada sebagian saudara-saudara yang tidak mungkin bekerja dari rumah agar berhati-hati terkait ini. Kemudian yang bekerja dari rumah pastikan jika tidak mendesak keluar rumah, jangan keluar rumah," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat agar tidak panik dalam menghadapi penyebaran virus korona (Covid-19) ini. Ia juga meminta agar agar masyarakat melakukan aktivitas di rumah.
"Kepada seluruh rakyat Indonesia saya harap tenang, tetap produktif agar penyebaran Covid-19 ini bisa kita hambat dan kita stop. Dengan kondisi ini, saatnya kita bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah," kata Jokowi dalam konferensi pers, pada Minggu, 15 Maret 2020 lalu. (f)
Baca Juga:
4 Bahan Untuk Membuat Disinfektan Sendiri
Tes Cepat COVID-19 Sudah Dilakukan, Ini yang Perlu Anda Ketahui
3 Dokter Meninggal Dunia Akibat Terinfeksi Virus Corona, Pemerintah Distribusikan Alat Pelindung Diri untuk Tenaga Medis
Topic
#corona



