
Dok. Unsplash
Wajar apabila kita merasa murung atau cenderung moody di saat-saat tertentu. Namun, perlu ditelaah lebih jauh ketika kondisi mental kita merasa tidak nyaman untuk waktu tertentu, dan terjadi pada saat yang sama setiap tahunnya.
Misalnya, ketika masuk musim penghujan, Anda akan merasa lebih murung dari biasanya. Dan ketika musim kemarau tiba, kondisi mood Anda kembali normal.
Apakah Anda pernah mengalami ini, ketika merasa murung, stres atau bahkan depresi di musim atau waktu tertentu, yang selalu terjadi sama setiap tahunnya? Jika Anda merasakan semangat atau energi yang lebih lemah pada musim-musim tertentu, besar kemungkinan Anda mengalami depresi musiman.
Kondisi yang umumnya disebut gangguan afektif musiman (seasonal affective disorder - SAD) ini adalah kondisi kesehatan mental subtipe depresi klinis yang dimulai dan berakhir pada waktu yang sama setiap tahunnya.
Memang, kondisi ini lebih banyak dijumpai di negara-negara dengan empat musim, yang mana sering muncul selama akhir musim gugur atau awal musim dingin. Namun di negara tropis seperti Indonesia juga masih mungkin terjadi, yang mana banyak dirasakan ketika musim penghujan tiba.
Menurut Deborah Serani, seorang profesor di University of Adelphi dan penulis buku Living with Depression, ada alasan mengapa musim yang erat kaitannya dengan suhu dingin seperti musim salju atau penghujan banyak bermunculan kondisi mental berikut.
"Sinar matahari dapat membuat kita merasa lebih bersemangat. Dan ketika sinar matahari tersebut lebih sedikit terlihat di musim-musim tertentu, ini bisa mengganggu am biologis kita yang mengakibatkan gangguan mood musiman," jelasnya.
Mengalami SAD memang bukan hal yang tabu, namun depresi musiman ini juga bisa memiliki dampak yang signifikan terhadap produktivitas kita sehari-hari. Maka dari itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya, agar jangan sampai memengaruhi hari Anda jadi berjalan tidak baik.
Ini dia beberapa tanda SAD menurut para pakar :
1. Sedih dan murung terus menerus
Menrurut Deborah, salah satu tanda SAD adalah ketika kita merasakan kesedihan terus menerus selama memasuki musim dingin atau penghujan. Dalam kondisi ini, kita juga mungkin mengalami perasaan putus asa atau tidak berdaya.
2. Nafsu makan berubah
SAD nyatanya juga dapat memengaruhi nafsu makan kita, menjadi lebih banyak mengidam makanan yang menenangkan atau makan lebih banyak dari biasanya.
"SAD juga mencakup gejala peningkatan nafsu makan dan berujung penambahan berat badan. Umumnya jadi lebih ingin makan karbohidrat," ujar Raymond Lam, profesor dan ketua penelitian depresi di University of British Columbia.
Lanjut ke halaman berikutnya : Tidak menikmati kegiatan yang menyenangkan.
BACA JUGA :
Temuan Hari Kesehatan Jiwa: Orang di Bawah Usia 30 Tahun Rentan Gejala Cemas
Susah Tidur Pulas? Ini yang Perlu Anda Perhatikan
Lakukan 7 Rutinitas Ini di Pagi Hari untuk Mengurangi Cemas dan Stres
Topic
#depresi, #stres, #kesehatanmental, #musimhujan


