Health & Diet
Manfaat Besar Protein Shake

13 Aug 2016


Foto: 123RF
Awalnya, para atlet, pencinta olahraga, dan pria yang ingin membentuk otot tubuh yang menjadi konsumen utama protein shake. Tapi kini, para wanita juga sudah mulai akrab dengan minuman ini. Mereka menaruh harapan, minuman kaya protein ini bisa membantu mendapatkan bentuk tubuh yang ideal.

Mengenal Protein Shake
Protein merupakan salah satu zat yang diperlukan tubuh untuk memperbaiki sel, memproduksi hormon, enzim, dan membentuk sistem kekebalan tubuh. Menurut dr. Cindiawaty Josito Pudjiadi MARS, MS, SpGK dari Rumah Sakit Medistra, kebutuhan akan protein manusia dengan kondisi ginjal yang baik  adalah sekitar 0,8 g-1 g/ kg berat badan dalam sehari. Tanpa protein yang cukup, semua itu bisa berantakan.
Bagi atlet dan penggemar olahraga, tanpa jumlah protein yang cukup, otot sulit memperbaiki diri sehingga rentan cedera. Secara alami, protein bisa diperoleh dari bahan makanan, seperti ikan, putih telur, daging sapi, tahu, tempe, hingga kacang-kacangan. “Sebagai bayangan, dalam 40 gram ayam atau ikan terdapat sekitar 7 gram protein,” jelas dr. Cindiawaty.

Demi kepraktisan, kini orang gemar mengonsumsi minuman dari protein powder yang populer disebut protein shake. Jenis protein powder yang paling sering digunakan dalam protein shake berasal dari whey dan kedelai. Keduanya mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh.

Protein shake biasanya disarankan untuk memenuhi kebutuhan protein, terutama pada atlet yang melakukan latihan berat. Minuman ini biasanya tidak hanya berisi protein powder, tapi dicampur dengan sayuran, buah, dan air dingin. Seperti jus!
Penyerapan protein shake ke dalam tubuh butuh waktu sekitar 90 menit. Karena, sistem pencernaan hanya mampu mencerna dan mengolah sekitar 10 gram protein  tiap jamnya. Biasanya, setelah 2 jam atau lebih, protein baru akan terserap dengan sempurna. Oleh karena itu, ada baiknya minuman ini dikonsumsi sekitar 2 jam setelah berolahraga.
 
Konsumsi dengan Bijak
Saat ini, minuman protein shake juga dianggap makanan diet dan diandalkan oleh wanita untuk membantu menurunkan berat badan sekaligus membantu membentuk tubuh menjadi lebih ideal. Selain membantu memenuhi kebutuhan protein dalam tubuh, minuman yang dijual dalam berbagai rasa ini memberi rasa kenyang lebih cepat, menekan rasa lapar, membentuk otot, sekaligus meningkatkan metabolisme.

Protein shake juga dapat dikonsumsi sebagai pengganti makan pagi atau makan malam, dan kini sudah banyak yang menerapkannya dalam menjalani diet,” tambahnya. Penelitian yang dilakukan oleh dr. Donald Laymen dari University of Illinois menunjukkan bahwa minuman ini juga dapat membantu proses pembakaran lemak dalam tubuh.

Namun, protein shake bukan minuman ajaib yang bisa mewujudkan impian Anda begitu saja. “Untuk membantu menurunkan berat badan, protein shake harus dikombinasi dengan bahan makanan sehat lainnya,” ujarnya. Tanpa itu, sia-sia saja.

Kezia (23) misalnya. Ia mengonsumsi protein shake untuk membuat tubuhnya yang dirasa terlalu kurus, menjadi lebih berisi. “Saat mengonsumsi minuman itu, rasanya saya kelebihan energi. Tapi, setelah beberapa bulan mengonsumsinya, saya merasa tidak mendapatkan hasil yang diinginkan. Saya pun berhenti meminumnya,” ujarnya. Kezia mengakui, itu karena ia mengonsumsi protein shake tanpa diimbangi dengan gizi seimbang dan olahraga yang cukup.

Hal yang serupa juga terjadi pada Friska (28), yang ingin menurunkan berat badannya. Selama dua bulan mengonsumsi protein shake, Friska tidak mengalami perubahan yang berarti. “Penggunaan protein shake untuk membantu menurunkan berat badan boleh saja, asal didukung asupan zat gizi lainnya, sehingga penurunan yang dicapai akan lebih sehat,” ucap dr. Cindiawaty.

Tentu saja, karena selain protein, tubuh juga butuh nutrisi lain agar dapat bekerja dengan baik. “Kalau hanya protein shake, tentu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan zat gizi. Tubuh juga butuh sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Tidak semuanya terdapat dalam protein shake,” sarannya.

Konsumsi protein shake dalam jangka panjang sebenarnya tidak masalah, sepanjang total jumlah protein yang dikonsumsi dalam sehari masih sesuai dengan standar kebutuhan dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing orang.

Penelitian yang dilakukan dr. T. Colin Campbell dan diterbitkan dalam The China Study menjelaskan bahwa konsumsi minuman protein yang berlebihan juga dapat menyebabkan kerusakan ginjal, hati, dinding arteri, mengakibatkan kelesuan, mengurangi kepadatan tulang, dan menyebabkan sejumlah masalah kesehatan lainnya. Jika Anda mengonsumsi protein shake dalam kemasan, patuhilah takarannya sesuai saran penyajian. Segala yang berlebihan biasanya memang tidak baik.(f)


Topic

#proteinshake

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?