
Dok: Pixabay
Penelitian yang dilakukan di University of Bologna, Italia pada 2013 lalu menunjukkan bahwa tubuh manusia memiliki sekitar 37 triliun sel yang tersebar di otak, tulang, darah merah, dan lain-lain. Sel-sel tersebut memiliki risiko kerusakan mencapai 15 ribu sel per hari yang disebabkan oleh berbagai faktor, seperti paparan polusi, rokok, alkohol, stres, radiasi, kurang olahraga, dan ketidakseimbangan nutrisi. Fakta ini dipaparkan dalam kumpul media bersama Vitabiotics beberapa waktu lalu di Jakarta.
Makanan kita sehari-hari belum tentu mengandung cukup nutrisi untuk memperbaiki sel yang rusak. Suplemen bisa jadi pilihan untuk melengkapi kekurangan nutrisi, seperti vitamin, mineral, asam amino, asam lemak, dan serat.
Baca juga:
Aturan Aman Konsumsi Suplemen Berbahan Herbal
5 Ciri Suplemen Herbal yang Aman
Cegah Janin Cacat dengan Konsumsi Asam Folat, Ini Sumbernya
Bahaya Suplemen Pelangsing
Tapi, mengonsumsi suplemen juga tidak boleh asal, Anda perlu tahu aturannya. Penelitian telah membuktikan bahwa suplemen dapat menunjang kesehatan secara umum bila dikonsumsi secara teratur. Namun, jika dikonsumsi berlebihan, justru berisiko mengganggu kesehatan tubuh.
Bila ragu soal konsumsi suplemen yang wajar, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter maupun ahli nutrisi untuk mengetahui angka kecukupan gizi (recommended dietary allowance) serta untuk mengetahui batas maksimal kemampuan tubuh Anda mengonsumsi vitamin (upper intake level (UL)). (f)
Topic
#nutrisi


