Health & Diet
Kuatkan Peran Psikolog Klinis untuk Masyarakat Indonesia

29 Sep 2022


Dok. Shutterstock


Dalam rangka memperingati World Mental Health Day atau Hari Kesehatan Mental Sedunia yang jatuh pada 10 Oktober 2022 mendatang, Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia menyelenggarakan kegiatan Webinar Internasional secara daring berjudul Mental Health, Productivity, and Quality of Life during and After COVID-19 Pandemic: Impact, Issues, and Good Practices. Kegiatan ini diselenggarakan oleh IPK Indonesia dengan dukungan langsung dari Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia (KTKI) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebagai Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (P2KB) bagi Tenaga Kesehatan.

Sesuai dengan judulnya, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai kesehatan mental, produktivitas, serta kualitas hidup selama dan setelah pandemi COVID-19 sehingga dapat dijadikan referensi implementasi dalam memberikan layanan yang prima kepada seluruh Masyarakat Indonesia. Target peserta yakni seluruh Psikolog Klinis anggota IPK Indonesia.

 

Dok. IPK Indonesia

Kegiatan ini terbagi menjadi empat materi besar dengan narasumber yang merupakan pakar di bidangnya. Materi pertama dibawakan oleh Sri Haryanti, yang merupakan Ketua Konsil Psikologi Klinis Indonesia dengan judul ‘Desain Pengembangan Kompetensi Tenaga Kesehatan untuk peningkatan Kesehatan Mental Masyarakat Indonesia'. Materi kedua dibawakan oleh Ketua Umum IPK Indonesia, R.A. Retno Kumolohadi, dengan judul ‘Peran Psikolog Klinis dalam upaya penanganan Kesehatan Mental pada masa Pandemi dan Pasca Pandemi’. Materi ketiga dibawakan oleh Marit Sijbrandij yang merupakan Profesor di University Amsterdam dengan judul ‘Mental Health Intervention Strategies During and After COVID-19 Pandemic'

Ketua Umum IPK Indonesia, Retno Kumolohadi menegaskan bahwa pandemi yang telah berjalan selama dua tahun memberikan dampak jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat, mulai dari dampak secara fisik, psikologis, pun sosial. Dengan adanya webinar yang dikhususkan untuk peningkatan kompetensi Psikolog Klinis, IPK Indonesia berharap anggota dapat meningkatkan pengetahuan terkait pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons terkait krisis kesehatan sehingga selalu mampu meningkatkan resiliensi diri, pun memberikan pelayanan yang lebih terstruktur dan terintegrasi bagi seluruh masyarakat Indonesia. 

Hal ini sejalan dengan transformasi bidang kesehatan yang diusung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, yaitu transformasi Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan dan transformasi Teknologi Kesehatan. “IPK Indonesia dan psikolog klinis mendukung pemerintah untuk melakukan reformasi di bidang kesehatan, yaitu dengan peningkatan sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi dalam pemberian layanan psikologi klinis.” ujar Retno. 

Selain webinar internasional untuk peningkatan kompetensi Psikolog Klinis, IPK Indonesia juga menggelar kegiatan Bakti Psikolog Klinis Untuk Bangsa: 1.000 Sesi Konseling Untuk 1.000 Klien, yang merupakan telekonseling gratis bagi 1.000 orang masyarakat. 

Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat para Psikolog Klinis, dengan memberikan layanan telekonseling gratis kepada 1.000 orang masyarakat melalui aplikasi Zoom. Kegiatan ini akan berlangsung mulai 27 September 2022 – 8 Oktober 2022, dengan durasi 45 menit untuk setiap sesi telekonseling.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini sangat besar, terlihat dari terpenuhinya kuota lebih dari 1.000 sesi konseling dalam waktu kurang dari 48 jam sejak pendaftaran klien dibuka. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mental, dan kebutuhan besar masyarakat akan layanan psikologi klinis. 

Adapun berbagai masalah kesehatan mental yang dapat ditangani oleh Psikolog Klinis yaitu kecemasan berlebihan, depresi, trauma psikologis, pikiran atau perilaku menyakiti diri sendiri atau orang lain, perilaku kecanduan, masalah citra tubuh, gangguan makan, gangguan tidur, dan gangguan perkembangan seperti autisme dan Attention Deficit Hyperacitivity Disorder (ADHD) pada anak.
 
Dalam kesempatan pembukaan, ketua pelaksana kegiatan, Aulia Iskandarsyah, menegaskan bahwa akses masyarakat terhadap layanan konseling semakin mudah, luas, dan terjangkau. Apalagi dengan adanya kemajuan teknologi yang memungkinkan masyarakat mendapatkan layanan telekonseling jarak jauh, oleh psikolog klinis berlisensi dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.
 
“Jarak dan ruang tidak lagi menjadi penghalang dalam mendapatkan layanan konseling, psikolog klinis ada dan dapat diakses di Indonesia dengan kemudahan teknologi”, tuturnya.

Sebagai informasi, IPK Indonesia, merupakan Organisasi Profesi yang menjadi wadah Tenaga Psikologi Klinis dan telah berbadan hukum melalui Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Selain itu, IPK Indonesia berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Anggota IPK Indonesia bekerja antara lain di Rumah Sakit Jiwa, Rumah Sakit Umum Pusat, Rumah Sakit Umum Daerah, Puskesmas, Rumah Sakit Khusus, Rumah Sakit Swasta, berbagai lembaga dan instansi baik negeri maupun swasta, dosen, LSM dan berpraktik pribadi. Saat ini, Ikatan Psikolog Klinis Indonesia memiliki total 3.362 anggota terverifikasi yang tersebar di 34 wilayah di Indonesia. (f)


Baca juga:
Kenali Perkembangan Generasi Z yang Haus Eksistensi
Kenali Gejala dan Solusi Depresi pada Anak dan Remaja
5 Hal yang Dilakukan saat Anak Didiagnosis OCD


Topic

#PsikologKlinis, #MentalHealth, #MentalIssue

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?