
(foto: Unsplash)
Budaya minum teh, masih kurang populer jika dibanding tren minum kopi yang tengah digandrungi kalangan milenial. Padahal, kebiasaan minum teh sebenarnya lebih melekat dalam kebudayaan masyarakat Indonesia.
Ratna Soemantri, pakar teh yang juga pendiri Komunitas Pecinta Teh memaparkan ragam teh yang biasa dikonsumsi orang Indonesia. “Mulai dari teh hijau, teh hitam, teh oolong, dan teh putih. Keempat teh ini berasal dari daun teh yang sama yaitu camellia sinensis”, ujar Ratna dalam acara afternoon tea yang digelar di Marketing Gallery Southgate Residence, TB Simatupang, Jakarta Selatan.
Masing-masing jenis teh punya khasiat yang berbeda-beda. Berikut ini manfaatnya.
1/ Teh Hijau
Teh yang satu ini merupakan jenis teh yang cukup populer di Indonesia karena dipercaya dapat melangsingkan tubuh. Hal ini tak salah, karena kadar katekin sangat tinggi dalam teh hijau. “Katekin merupakan zat anti oksidan yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh untuk mempercepat proses pembakaran lemak”, jelas Ratna.
Selain efek melangsingkan, teh hijau juga dapat menurunkan risiko diabetes dan penyakit jantung, mencegah penuaan dini, dan mencegah flu.
2/ Teh Hitam
Teh hitam dan teh hijau berasal dari daun teh yang sama. Namun teh hitam mengalami proses fermentasi. Karena berasal dari daun teh yang serupa dengan teh hijau, manfaatnya pun hampir sama.
Perbedaan keduanya terletak pada kandungan theaflavin yang dimiliki teh hitam. Kandungan ini terbentuk selama proses fermentasi. “Theaflavin terbukti secara signifikan dapat mengurangi kadar kolesterol dan gula darah”, kata Ratna.
3/ Teh Oolong
Ini merupakan jenis teh yang mengalami proses fermentasi sebagian. Karena itu, kandungan theaflavin dalam the oolong tak sebanyak teh hitam. “Namun teh oolong ini tetap berkhasiat walaupun kandungan theavlafinnya tak sebanyak teh hitam”, terang Ratna.
Teh oolong dapat membantu mengatasi dermatitis atopik atau alergi pada kulit.
4/ Teh Putih
Teh putih berasal dari daun teh yang masih kuncup atau menggulung serta ada bulu-bulu halus pada daunnya. Setelah dipetik, daun teh dijemur selama beberapa hari tanpa terkena air sehingga menimbulkan oksidasi. “Proses yang minimal dan oksidasi menghasilkan citarasa teh yang lembut”, ucap Ratna.
Menurut Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) Kementrian Pertanian, teh putih mengandung anti oksidan 100 kali lebih banyak dari vitamin C dan 25 kali lebih efektif dari vitamin E. Hal ini sangat baik untuk mencegah penuaan dini dan menyehatkan kulit.(f)
BACA JUGA:
Tangkal Radikal Bebas dengan Antioksidan Tepat
Diet Terbaik di Dunia yang Mudah Diterapkan di Indonesia
Tak Hanya Buah, 7 Bumbu Dapur Ini Juga Bisa Ditambahkan Dalam Infused Water
Topic
#khasiatteh, #tehhijau, #tehhitam, #tehoolong, #tehputih


