Health & Diet
Kemenkes: Ibu Rumah Tangga Paling Rentan Tertular HIV/AIDS

8 Dec 2017


Dok. Pexels



Selama ini, ibu rumah tangga selalu dianggap golongan yang paling aman dari penularan virus HIV/AIDS, dengan alasan jauh dari gaya hidup yang berisiko tertular HIV/AIDS. Namun fakta di lapangan berkata lain.

Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan, dr. H.M Subuh, MPPM, walau pria masih berada di urutan teratas pengidap HIV/AIDS, golongan ibu rumah tangga adalah kelompok masyarakat yang paling tinggi peningkatan pengidapnya di seluruh Indonesia.

"Ada peningkatan dari 0.7 persen menjadi kurang lebih sekitar 2 persen,” tutur M. Subuh di acara perayaan Hari AIDS Sedunia di Palembang, (5/12) lalu. Ia juga memaparkan jumlah total Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yang terdata oleh Kemenkes mencapai angka 220.000 orang.

Sekitar 78 persen penularan HIV/AIDS disebabkan oleh hubungan seksual. Sedangkan 16 persen disebabkan oleh penggunaan narkoba dengan jarum suntik. Sisanya, penularan dari suami ke istri dan ibu ke anak.

Dewan Nasional  Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI), Ayu Oktariani, yang membantu mewadahi wanita-wanita dengan HIV/AIDS, mengatakan wanita ibarat ‘silent population’ yang sebelumnya tak disadari akan menyumbangkan cukup banyak kasus penularan virus tersebut.

Silent population ini adalah remaja putri atau ibu rumah tangga. Remaja putri banyak yang tidak teredukasi cukup baik tentang hak kesehatan seksual dan reproduksi. Sedangkan ibu rumah tangga, selain tidak mendapatkan hal itu juga tidak punya posisi tawar dan cara berkomunikasi dengan pasangan, yang kemudian menyebabkan penularan HIV/AIDS,” jelas Ayu.

Bagi Ayu, wanita ibarat pintu gerbang. Jika ia tertular dari pasangannya, maka yang terancam adalah anaknya. Maka, penting bagi pasangan untuk melakukan tes HIV, agar bisa saling melindungi diri dan keluarga yang mereka bangun. Dan tak lupa untuk melakukan terapi Antiretroviral (ARV) agar bisa menekan virus dan meningkatkan kekebalan tubuh.

“Walau obat antiretroviral bukan untuk menyembuhkan kita dari HIV/AIDS, namun dapat meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang usia hidup,” tutur Ayu yang juga merupakan ODHA sejak 8 tahun lalu.

Mengapa penting bagi ODHA untuk melakukan terapi ARV? Agar anak tidak terinfeksi. “Kalau terapi ARV, akan membuat virus tertekan dan kekebalan tubuh meningkat. Jika syarat tersebut sudah terpenuhi, maka sebenarnya sudah sangat oke untuk perencanaan punya anak,” jelas Ayu.

Sebenarnya wanita dengan HIV/AIDS itu boleh melahirkan lewat operasi caesar atau normal, boleh menyusui ataupun tidak, semuanya disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. "Dan banyak orang yang tidak tahu bahwa wanita dengan HIV/AIDS punya pilihan-pilihan tersebut,” tutur Ayu. (f)

Baca Juga :

Infeksi Menular Seksual Bisa Ditularkan Lewat Waxing dan Transfusi Darah
10 Fakta HIV-AIDS yang Perlu Anda Ketahui #HIVPrevention
Peringatan Hari AIDS, Simak 10 Foto Ajakan untuk Memerangi HIV/AIDS



Topic

#AIDS, #HIV

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?