Health & Diet
Imunisasi adalah Salah Satu Hak Bayi dan Anak untuk Dilindungi

10 Aug 2019

Foto: shutterstock

Imunisasi adalah salah satu hak anak. Hak anak tidak lebih rendah tingkatnya dibandingkan hak orang dewasa. Mencabut hak ini dengan tidak memberikan imunisasi sebaiknya dihindari. Imunisasi adalah upaya pengebalan tubuh yang dapat diperoleh secara aktif maupun pasif.

Imunisasi aktif dilakukan   dengan  memberi  vaksin  pada  individu.  Upaya  ini  telah  terbukti  efektif  dan  aman di seluruh dunia.  Sebenarnya ada  dua upaya  kesehatan  masyarakat  yang  paling  berhasil,    efisien,   dan efektif  yaitu  imunisasi dan  penyediaan air bersih.

Di  Indonesia  bayi  dan  balita  seyogianya  menerima  5 vaksin  yang  ditujukan  untuk   mencegah  9 penyakit menular berbahaya. Vaksin ini disediakan di sarana kesehatan pemerintah dan swasta. Pelayanan   di  sarana  pemerintah    dapat diperoleh   cuma‐cuma  dan      tersebar  di    seluruh  wilayah Indonesia.

Kesembilan penyakit yang diprioritaskan di Indonesia adalah Hepatitis B, Tuberkulosis, Polio, Difteri, Tetanus, Pertusis, Hemofilus influenzae tipe b, Campak, dan Rubela. Semua pihak terus berupaya menambah jumlah penyakit yang bisa diimunisasi namun berbagai kendala dan keterbatasan harus diperhitungkan. 

Di seluruh dunia hanya ada 40 penyakit yang memiliki vaksin sebagai upaya pencegahan. Ini terjadi karena membuat vaksin adalah pekerjaan besar dan sulit. Vaksin yang lolos pasti telah melewati berbagai tahap yang tidak ringan. Lima vaksin untuk kesembilan penyakit yang diberikan saat bayi di Indonesia adalah BCG, Polio tetes dan injeksi, Pentabio (yang berisi DPT‐Hepatitis B‐HiB), dan MR (campak rubela). Umur   bayi  saat vaksin  diberikan  bervariasi  sesuai jenis  vaksin. Umur minimal ini perlu dipatuhi, demikian pula dengan jarak antar vaksin.

Di  Indonesia  masih  ada  beberapa  vaksin  lain  yang     tidak  diberikan  secara  masal  oleh  pemerintah. Vaksin tersebut dapat diperoleh di jalur swasta. Beberapa penyakit yang mempunyai vaksin namun tidak disediakan di sarana pemerintah antara lain adalah: Infeksi Rotavirus, infeksi karena Streptococcus     pneumoniae,  Influenza,  Hepatitis A,  Cacar  air,  Demam tifoid,   Mumps/Gondong, Japanese encephalitis, kanker leher rahim, dan Demam Berdarah. 

Semua vaksin telah lolos saringan super ketat, melewati tahap yang begitu panjang, dan dibuktikan menyelamatkan banyak nyawa di seluruh dunia. Sekalipun  variasi  biaya  relative  tidak  sangat ringan, dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan ketika seseorang sakit, tetap saja  biaya  imunisasi  jauh lebih rendah.

Mengapa vaksin dan imunisasi disebut hak anak untuk dilindungi? Ini karena banyak penyakit berbahaya bisa dicegah dengan pemberian vaksin dan imunisasi. Faktanya, Jawa Timur  menghadapi   KLB   difteri  sejak  2011  dan  hingga  hari  ini  belum  dapat  dituntaskan. Indonesia dalah peringkat dua dunia dalam hal jumlah penderita difteri. 

Setiap  tahun  masih  ditemukan  kasus  tetanus  pada  bayi  baru  lahir.  Pertusis mengalami kenaikan bermakna sejak beberapa tahun terakhir di seluruh dunia, termasuk di Jawa Timur.  Indonesia  adalah  peringkat  dua  dunia  dalam  hal  jumlah  penderita TBC.   Angka  penderita hepatitis  B di Indonesia sangat tinggi.

Sekalipun  telah  dinyatakan  bebas  polio  sejak  2014  ada  beberapa  ancaman  yang  perlu senantiasa diwaspadai. Ancaman  terkini adalah KLB polio di negara tetangga, Papua Nugini, yang dikhawatirkan akan merembet  ke Papua dan Papua Barat. Semua penyakit di atas bisa dicegah penyebarannya lewat vaksin dan imunisasi.

Secara garis besar, cakupan imunisasi bayi dan anak di Indonesia masih harus terus digiatkan.  Angka  cakupan  yang  tinggi  ( 90%   atau   lebih ) akan melindungi individu yang bersangkutan serta kelompok  masyarakat lain yang tidak diimunisasi. Indonesia berusaha terus menerus meningkatkan angka cakupan sekalipun banyak rintangan menghadang.

Kerja sama  semua  pihak,   termasuk  dengan masyarakat   yang   merupakan   konsumen utama imunisasi, adalah keharusan. Indonesia masih akan melewati jalan yang cukup panjang untuk dapat mengejar prestasi imunisasi negara maju. (f)

Baca Juga:

Menyambut Pekan ASI 1-7 Agustus, Ini 7 Manfaat Menyusui untuk Ibu dan Anak
Mengenal Beauty Food, Makanan Yang Bisa Bikin Cantik
Kasus Kanker Payudara Terus Meningkat. Ini yang Perlu Dilakukan!
 
 


Topic

#kesehatan, #imunisasi, #vaksinasi

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?