Health & Diet
Hati-hati, Gejala Omicron Dapat Menyamar Seperti Gejala Flu

23 Dec 2021

gejala omicron
Foto: Freepik


Jelang pergantian tahun, kasus positif COVID-19 varian Omicron di Indonesia bertambah jadi 5 orang. Pada 2 kasus terbaru, pasien dinyatakan positif usai melakukan perjalanan dari London. Menurut laman resmi Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmidzi, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) dari kedua pasien tersebut keluar pada Senin (20/12).

“Saat ini sudah ada tambahan kasus lagi dari 11 kasus probable ada 2 kasus terkonfirmasi positif. Saat ini mereka sedang menjalani karantina di Wisma Atlet, Jakarta,” ungkap Nadia.

Penambahan kasus ini membuat Indonesia memperketat pintu masuk negara, terutama di perbatasan laut dan darat. Nadia juga  mengimbau masyarakat untuk mengurangi mobilitas dan tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan guna mencegah lonjakan kasus COVID-19 jelang tahun 2022.

Data kesehatan dunia menunjukkan adanya peningkatan angka kasus Omicron secara global dari 7.900 kasus menjadi 62.342 kasus atau sekitar delapan kali lipat dalam waktu yang relatif singkat. Jumlah kasus infeksi yang berlipat ganda ini menjadi ancaman baru untuk kasus COVID-19 yang belum kunjung usai. Kasus ini juga menjadi sinyal bagi masyarakat Indonesia untuk segera mempersiapkan diri mengatasi ancaman Omicorn.

Melansir dari laman express.co.uk, dr Amir Khan, doktor NHS sekaligus Senior Lecturer di University of Leeds School of Medicine dan Universitas Bradford, Inggris mengatakan saat ini belum ada cara yang paling tepat dalam membedakan antara flu dan COVID-19.  Oleh karena itu, sulit mengenali gejala Omicron dan flu biasa. 

“Ini sangat sulit. Namun, ada beberapa karakteristik unik dalam profil gejala varian Omikron. Ada laporan mengatakan tenggorokan gatal dan nyeri otot jadi tanda dari orang yang terinfeksi Omikron,” kata dr Amir.

Ia juga mengatakan gejala yang ditimbulkan dari Omicron ini tidak termasuk dalam tiga gejala klasik COVID-19 sebelumnya. Gajala klasik COVID-19 adalah kehilangan penciuman atau nafsu makan, batuk serta demam. Oleh karena itu, jika mulai mengalami gejala seperti pilek atau sakit kepala harus segera lakukan tes PRC.

Memang dampak yang ditimbulkan oleh varian Omicron pada setiap orang berbeda-beda. “Karakteristik gejala COVID-19 mirip gejala infeksi virus influenza. Kemunculan gejala dipengaruhi kondisi kesehatan pasien secara umum, juga level kekebalan tubuh dan kemampuannya untuk melawan virus,” ujar dr. Muhammad Irhamsyah, Sp.PK, M.Kes, Dokter Spesialis Patologi Klinik Primaya Hospital Bekasi Timur. 

Gejala yang dirasakan pasien bergantung pada status vaksinasi, usia, komorbiditas, dan riwayat infeksi penyakit sebelumnya. Berdasarkan riset, gejala pada orang yang belum divaksin lebih berat ketimbang yang sudah divaksin dalam dosis lengkap. Berdasarkan temuan terbatas pada sejumlah pasien Omicron, gejala yang umum terjadi termasuk:

  • Kelelahan
  • Kehabisan tenaga
  • Nyeri otot di sekujur tubuh
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan

Profesor Tim Spector, Professor of Genetic Epidemiology yang juga Lead Investigator on The ZOE COVID Symptom Study dari Inggris, berharap masyarakat dapat mewaspadai gejala yang menyerupai flu, karena itu bisa menjadi ciri utama Omicron. Kewaspadaan tersebut akan memperlambat penyebaran virus di seluruh negara.

​Semetara itu, vaksin COVID-19 terus menjadi rekomendasi cara terbaik untuk melindungi diri dari COVID-19. Selain tetap menjalankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, hindari kerumunan, rajin mencuci tangan, dan kurangi mobilitas. (f) 


Baca Juga: 
Jelang Libur Nataru, Ayo Bersama Cegah Gelombang Ketiga COVID-19 Omicron
Menkes Umumkan Pasien Pertama Varian Omicron di Indonesia
Aturan Karantina Terkini, Ada Pengecualian dan Dispensasi Karantina


 


Topic

#omicron, #covid19, #pandemi, #corona

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?