
Foto: 123RF
Walau sempat dihantam gerakan antivaksin serta beredarnya vaksin palsu, pemerintah tak henti berupaya mencegah dan mengendalikan penyakit dengan mengembangkan vaksin baru. Akhir tahun lalu satu jenis sudah mulai diterapkan, tahun 2017 ini 2 vaksin lagi akan mulai diberikan. Apa saja?
Vaksin Measle Rubella
Walau sama-sama menyebabkan ruam kemerahan pada kulit, rubella berbeda dengan campak. Penyakit ini biasanya lebih ringan dibandingkan dengan campak. Tetapi jika menyerang wanita yang sedang hamil, terutama sebelum usia kehamilan lima bulan, rubella berpotensi tinggi untuk menyebabkan sindrom rubella kongenital atau bahkan kematian bayi dalam kandungan. WHO memperkirakan, tiap tahun terdapat sekitar 100.000 bayi di dunia yang terlahir dengan sindrom ini.
Sindrom rubella kongenital dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi, seperti tuli, katarak, penyakit jantung kongenital, kerusakan otak, hati, serta paru-paru. Diabetes tipe 1, hipertiroidisme serta pembengkakan otak juga dapat berkembang pada anak yang terlahir dengan sindrom ini. Di Indonesia, data riset terakhir yang dilakukan kementerian, 2011, terdapat lebih dari 400 kasus rubella.
Untuk terus menekan jumlah penderita rubella, pemerintah menerapkan vaksin measle rubella (MR) yang merupakan modifikasi vaksin campak dan rubella yang sudah diuji di berbagai negara. Penerapan vaksin jenis ini telah dimulai pada Januari 2017 di sebagian provinsi di Pulau Jawa dengan sasaran bayi berusia nol hingga satu tahun. Vaksin ini akan memberikan perlindungan terhadap penyakit campak dan rubella sekaligus. Vaksin MR diberikan pada anak berusia 9 bulan-15 tahun, dengan asumsi anak yang usianya di atas 15 tahun sudah pernah mengalami rubella sehingga terbentuk antibodi secara otomatis di tubuhnya.
Vaksin Jappannese Ecephalitis
Japanese Encephalitis (JE) merupakan penyakit yang dapat menyebabkan peradangan otak pada hewan dan manusia. Pada hewan, virus ini biasanya menyerang babi dan burung liar. Penyakit ini disebut arbovirus karena penularannya dari hewan ke manusia melalui gigitan nyamuk, yaitu nyamuk culex.
Diperkirakan, virus JE adalah penyebab utama dari kejadian encephalitis di dunia. JE dapat menyerang segala usia, namun lebih sering terjadi pada anak-anak. Gejalanya berupa sakit kepala, mual, muntah, dan demam. Karena menginfeksi jaringan yang menutup otak dan sumsum tulang belakang biasanya penderita juga mengalami kesulitan untuk menggerakkan lehernya.
Dua – tiga hari kemudian, penderita mulai mengalami efek pembengkakan pada otak, berupa gangguan keseimbangan dan koordinasi, kelumpuhan pada beberapa kelompok otot, tremor, kejang, dan gangguan dalam kesadaran. Sebagian juga muncul kejang yang menyebabkan gemetar pada gigit atau mulut, deviasi mata, atau air liur berlebih.
Untuk mengendalikan penyakit ini, akan dilakukan pemberian imunisasi untuk anak usia 9 bulan - 15 tahun di provinsi Bali pada bulan September 2017 mendatang. Kemudian menyusul di Sulawesi Utara dan Sumatera Utara yang terdapat banyak peternakan babi.(f)
Topic
#vaksin, #imunisasi




