
Peraih medali emas, M.Fadli.
Sayur dan buah mulai ‘tertib’ masuk ke masakan harian. Tak lupa, jus, herbal drinks, hingga snack yang lebih sehat.
Ini pasar baru energy bar yang dulunya lebih diakrabi komunitas olahraga dan eksekutif sibuk. Kudapan kaya serat gaya barat ini memasuki daftar belanja rumahan. Bukankah ngemil saat WFH cenderung menggoda kita untuk memesan camilan berkalori tinggi?
Asia Pasifik nyatanya adalah menjadi market dengan perkembangan terbesar energy bar, sementara Eropa sebagai pemilik pasar terbesarnya.
Dari survei Protein Bar Market – Growth, Trends, Covid-19 Impact, and Forecast, disimpulkan pernyataan ini:
“The increasing demand for convenience foods is driving the protein bar market. The major consumers not only include sports athletes, but also those who want to have a wholesome meal without the trouble of cooking”.
Sebagai produk dari luar negeri, energy bar memang belum mengalami banyak adaptasinya ke selera lokal. Seringkali manisnya giung karena sarat dried fruits. Atau, pilihan rasanya konvensional mengikuti yang sudah umum di sana.
Beberapa waktu lalu, Strive Energy Bar berjumpa di preskon virtual bersama media.
Walau energy bar-nya dibuat dari bahan utama yang relatif sama di energy bar manapun, yakni oat, kurma, biji matahari, selai kacang, dan almond, pemilik brand melibatkan rasa lokal.
Ada yang rasa Nasi Uduk , yang gurihnya bisa dicecap di antara gigitan manis energy bar. Atau, varian Coco Pandan yang bersalut kelapa parut kering. Femina menghirup adanya aroma yang mengingatkan jajanan pasar. Unik banget!
Namun, tentu saja di luar ini ada varian-varian seperti rasa Choco, Sated Caramel, dan Peanut Butter Coffee. Pencetusnya, Edo Bawono, membentuk brand ini setelah merasa kesulitan mencari sport nutrition berkualitas saat bersepeda jarak jauh.
Nutrisionis Emilia Achmadi di tengah preskon menyinggung bahwa sport nutritions sejenis memang bagaikan bahan bakar mobil balap. Berbeda dengan bahan bakar mobil biasa, atlet membutuhkan asupan yang sesuai untuk mengoptimalkan performa.
Sebagai highlight dalam preskon adalah diluncurkannya Strive Energy Gel, suplemen kesehatan bentuk gel yang disebutkan bisa menyuplai energi secara konsisten, terutama untuk olahraga jenis endurance. Ada aroma jahenya!
Menurut pendiri Triathlon Buddies, Chaidir Akbar, aroma jahe ini membantunya merasa tidak eneg saat mengonsumsi dalam kondisi perut kosong.
Namun, Emilia tak lupa menambahkan bahwa olahraga perlu dilakukan dalam kondisi perut tidak kosong dan tubuh senantiasa terhidarasi.
Berada di tengah komunitas olahraga juga mendorong Edo untuk mendukung atlet-atlet dengan kudapan bernutrisi dan rendah glikemik indeks ini. Salah satunya M.Fadli, peraih emas di cabang olah raga balap sepeda di Asian Games 2018.
Menilik linimasa Instagram-nya, brand ini terlihat memiliki ikatan yang erat dengan komunitasnya. Begitulah sejatinya sebuah brand hadir: Lahir dari keresahan dan menjadi solusi serta besar, tanpa perlu berjarak. (f)
Baca juga:
Berekplorasi di Dapur Saat Pandemi, Nicholas Saputra Pede Dengan Masakannya
Seberapa Pedasnya Buldak Sauce Varian Extreme? Fans Kfood Perlu Tahu
Perluas Popularitas Daging Asap, RAMUASAP Authentic Smokehouse Dibuka di Kemang
Trifitria Nuragustina


