Health & Diet
5 Persepsi Salah Tentang Kanker yang Beredar di Masyarakat

26 Jan 2018


Foto: Pixabay

 
Mungkin Anda merasa, bahwa penyakit kanker semakin sering ditemukan di masyarakat. Tapi apakah Anda tahu fakta-fakta berikut?

1. Kanker bukan penyakit modern. Kanker sudah ada sejak zaman dahulu, cuma saat itu belum dikenal. Bahkan nama kanker juga berasal dari bahasa Yunani yang berarti kepiting.

Nama cancer diberikan oleh Hippocrates, ilmuwan yang hidup pada 400 tahun sebelum Masehi. Cancer digunakan untuk menggambarkan gumpalan yang seperti kepiting, dengan lengan-lengannya mencapit dan merusak sel-sel di sekitarnya.

2. Sel kanker tidak kita bawa sejak lahir.
Faktor genetik memang memengaruhi tapi tidak berarti semua yang orang tuanya kanker akan mengalami kanker.
“Kanker ibarat teroris. Tidak ada orang yang lahir sebagai teroris, bukan? Sel kanker tidak kita bawa sejak lahir. Sel kanker adalah sel normal yang mengalami mutasi, “ ujar dr. Wong Seng Weng, ahli onkologi dari The Cancer Center Singapore Medical Group.

3. Biopsi dan perawatan kanker tidak memicu penyebaran kanker.
Penyebaran kanker terjadi karena pasien menunda perawatan sehingga memberi waktu bagi kanker untuk menyebar.

4. Prevention is always better than cure.
Faktanya, dari beberapa risiko seperti lingkungan dan genetik, yang dapat memicu terjadinya sel kanker, yang bisa kita lakukan hanyalah mengurangi risiko akibat gaya hidup, misalnya rokok.

5. Tidak ada screening all in one.
Tidak ada screening yang bisa mengetahui kelainan sel kanker di seluruh tubuh sekaligus. Screening harus dilakukan satu per satu.

6. Kanker tidak selalu berarti kematian. Kini sudah banyak usaha untuk mencegahnya, misalnya vaksin HPV untuk mencegah kanker leher rahim.
Pengobatannya sudah semakin canggih sehingga memperbesar peluang untuk hidup pasien kanker, seperti immunotherapy dan targeted therapy yang dipilih sesuai dengan karakter kanker.

Immunotherapy adalah pengobatan terbaru yang dapat menguak persembunyian sel kanker yang terselubung di antara sel normal, sehingga bisa diidentifikasi oleh sistem imun. Sementara, targeted therapy merupakan  pengobatan yang menggunakan obat yang didesain khusus untuk mengenali dan menghancurkan sel kanker secara presisi dengan mematikan pembuluh darah penyuplai makanan ke kanker. Dengan begitu sel kanker dapat dimatikan tanpe menimbulkan efek seperti mual dan rontok rambut,” jelas dr. Wong. (f)
 
 


Topic

#kanker

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?