Health & Diet
5 Kebenaran dari 5 Mitos Olahraga

13 Apr 2017


Foto: Fotosearch

Mitos nggak cuma ada dalam legenda, tapi juga di bidang olahraga. Biar olahraga mendapatkan hasil maksimal, cari tahu dulu kebenaran dari mitos seputar olahraga.  

Makin berkeringat=cepat langsing
Salah. Tubuh malah bisa dehidrasi dan lemas jika mengeluarkan terlalu banyak cairan. Pengentalan darah pun terjadi sehingga jumlah darah yang mengalir ke ginjal berkurang dan tekanan darah meningkat. Kalau sudah begini, bisa-bisa hipertensi.

Jika tubuh mengeluarkan banyak keringat akibat olahraga, jangan lupa mengisi ulang cairan tubuh dengan minum air putih maupun minuman isotonik. Minuman berelektrolit ini efektif menjaga keseimbangan cairan yang masuk dan keluar tubuh.

Tubuh panas=lemak luntur
Salah. Ketka berolahraga, tubuh mengalami proses pembakaran yang menyisakan energi dalam bentuk panas. Kelebihan panas ini dibuang melalui penguapan dan keringat yang fungsinya menjaga suhu tubuh supaya tidak overheating. Begitu mengeluarkan keringat, panas akan menguap dan tubuh mendingin.

Nggak berolahraga=otot jadi lemak
Salah. Lemak adalah sel pasif berupa timbunan energi. Saat berolahraga, tubuh mengeluarkan banyak energi, lemak terbakar dan jumlahnya berkurang. Sebaliknya, saat olahraga, otot bertambah besar karena diberi beban. Jadi jangan heran bila berat tubuh tetap sama walau kita sudah berolahraga. Lemak boleh berkurang, tetapi otot makin besar.

Sit up= perut rata
Tidak sepenuhnya benar. Pada lapisan perut terdapat lapisan otot dan usus. Pengaruh langsung dari sit up adalah membentuk otot jadi lebih kuat. Hanya lemak di bagian bawah kulit perut, tuh, yang terbakar. Padahal lemak lebih 'senang' ngumpul di area usus dan di dalamnya. Yang bisa mengurangi jumlah lemak di dalam usus adalah aktivitas membakar kalori, seperti olahraga. Intinya, porsi olahraga harus lebih banyak daripada asupan kalori.

Olahraga malam=berbahaya untuk paru
Salah. Hanya satu pengaruh negatif dari olahraga malam; mengganggu jam tidur. Pasca berolahraga tubuh cenderung lebih segar dan detak jantung meningkat. Bagi kita yang nggak biasa olahraga, butuh waktu cukup lama (sekitar dua jam) untuk mengembalikan detak jantung pada level sebelumnya biar bisa tidur nyenyak. Tapi olahraga malam justru dianjurkan karena bersuhu sejuk dan tidak ada heat stress. Sebaliknya, hindari berolahraga di siang hari karena ada additional stress berupa suhu panas. (f)


Topic

#mitosolahraga

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?