Rugi banget datang ke kampus cuma buat belajar. Mumpung masih muda, kita mesti memanfaatkan masa kuliah sebagai ajang bersosialisasi. Nggak cuma dengan senior dan dosen, tapi juga junior. Banyak banget manfaat yang bisa didapatkan. Agar makin akrab dengan mereka, CC punya beberapa tip. Boleh ditiru!Halo...
Mentang-mentang lebih senior, kita nyuekin junior yang satu kelas dengan kita. Jangan, dong! Perlakukan mereka sama seperti kita bersosialisasi dengan teman kita dari satu angkatan. Saat kelas belum dimulai, sapa mereka dan mulai obrolan ringan. Selanjutnya, kita bisa menunjukkan perhatian dengan menanyakan pengalaman junior tentang kelas-kelas yang pernah mereka ikuti. Intinya, jadi teman curhat, deh!
Ringan tangan
Jangan ragu menawarkan diri untuk membantu junior. Misalnya, meminjamkan catatan kuliah, diktat atau buku pegangan. Kemurahan hati kita ini nantinya akan menyebar, tuh, ke adik-adik dari angkatan lain. Jadi bahan perbincangan dalam hal positif, sih, nggak masalah, he he he.
Aktif berorganisasi
Nggak cuma menambah poin plus di CV, aktif mengikuti organisasi kampus juga bisa bikin kita eksis, he he he. Maklum, mahasiswa dari berbagai fakultas kumpul semua di sini. Hasilnya, kenalan junior kita makin bertambah.
Hadir!
Saat adik kelas bikin pertunjukan teater, sempatkan diri untuk mampir dan memberi dukungan. Begitu juga saat mereka ngadain bazar. Boleh banget kita berpartisipasi mengisi salah satu booth—meski bayar, anggap saja membantu junior. Lama-lama mereka terbiasa, deh, mengundang kita ke acara-acara mereka!
Prestasi cemerlang
“Si kakak A keren banget saat membacakan puisi”, atau “Si kakak B hebat, deh, IP-nya selalu di atas 3,5.” Yap, prestasi yang kita cetak nggak hanya membuat kita terkenal di kalangan dosen, tapi juga junior. Bahkan, kita bisa jadi role model mereka. Dengan sendirinya, mereka bakal mendekati kita, deh, untuk 'menimba' ilmu. Kita tentu nggak keberatan berbagi, dong?CC




