Gallery
Carmen, Perjuangan Wanita Gipsi Asal Spanyol

6 Apr 2016


Foto: Image Dynamics PR

Setelah 20 tahun terbentuk, Batavia Madrigal Singer (BMS) ingin memberikan persembahan istimewa untuk merayakan ulang tahunnya. Avip Priatna, Direktur The Resonanz Music Studio (TRMS) sekaligus pimpinan BMS, langsung teringat akan mimpi terpendamnya.

“Saat menonton opera di Singapura beberapa tahun lalu, saya merasa Indonesia punya SDM yang nggak kalah oke. Sejak itu saya ingin mementaskan opera di Indonesia. Namun, saya belum tahu opera apa yang menarik dan belum pernah ditampilkan di Indonesia sesuai dengan naskah asli dan kualitas Eropa sebagai negara pencetus opera,” cerita Avip saat press conference di Auditorium Galeri Indonesi Kaya (04/04).

Setelah melihat penampilan Heny Janawati yang memerankan tokoh Carmen di Kanada, Avip langsung tergerak untuk mementaskan opera Carmen karya Georges Bizet di Indonesia—secara lengkap. Avip pun menggandeng Jos Groenier, sutradara asal Belanda yang telah bergabung dalam European Music Organisation sejak tahun 1978, untuk memperkaya wawasan para penampil akan opera standar internasional.

Menurut Avip, Carmen yang terdiri atas empat babak merupakan salah satu opera kelas dunia yang sangat lengkap. Ada aria (nyanyian tunggal), paduan suara, hingga orkestra. Tokoh Carmen digambarkan sebagai wanita Gipsi bebas yang ditaksir oleh banyak pria, tapi memiliki kisah cinta tragis. Istimewanya, Happy Salma ikut hadir sebagai penutur cerita berdurasi dua jam ini. Opera Carmen akan dipentaskan pada 16 dan 17 April 2016 dengan harga tiket mulai Rp 300.000 (student) hingga Rp 2.000.000 (VVIP).

“Saya ingin opera yang dipentaskan oleh TRMS dan BMS ini bisa mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai opera,” kata Avip menutup pembicaraan. (f)


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?