Gadget
Melek Digital, Bersahabat dengan Teknologi Jadi Strategi Toko Kue Ini

12 May 2021

Di tengah pandemi, berpikir cepat, mengambil tindakan sesegera mungkin dilalui oleh banyak pengusaha kuliner. Bertahan, dan membuat orang-orang tetap bisa menikmati makanan enak, ditempuh oleh pengelola toko-toko makanan yang passionate. 

Nyatanya, bisnis berbasis delivery menguntungkan di tengah pandemi. Femina berbincang ke Putri Yuanisa Yunus, Director Ann's Bakehouse & Creamery tentang brand-nya yang bertahan dan baru saja berulang tahun ke-7. 

Apa pengaruh pandemi dalam operasional toko kue Anda? 
Penurunan penjualan terjadi, terutama dari sektor B2B, melalui klien restoran dan kafe yang tidak bisa beroperasi.

Keterbatasan operasional 'ngaruh banget, seperti jam operasional toko yang lebih pendek serta pembatasan jumlah pelanggan walk-in agar sesuai prokes. 


Pandemi juga pengaruhi daya beli. Apa strategi kalian? 
Untungnya, sejak awal Ann’s Bakehouse & Creamery sudah memiliki layanan delivery, yang ternyata menjadi kunci utama strategi di pandemi ini.

Tidak ada perubahan yang signifikan dari layanan kami. Hanya saja, demi menjaga kesehatan seluruh karyawan dan agar tetap bisa melayani pelanggan dengan maksimal, pemeriksaan kesehatan karyawan dilakukan rutin dan ketat.
 

Apakah spending behavior konsumen berubah? Semisal, gaya hidup stay-at-home dan pengaruhnya terhadap konsumsi kudapan yang meningkat...
Ya, kebiasaan konsumen bergeser. Contohnya di bulan puasa ini. Sebelum pandemi, biasanya pelanggan membeli cake dan cold dessert ukuran besar. Namun kini produk dalam ukuran kecil yang cukup dinikmati bersama keluarga di rumah lebih diminati. 

 

Apa pelajaran berharga dari pandemi ini? 
Pertama, pentingnya penyesuaian strategi yang cepat, salah satunya mengatur keuangan dengan mengurangi biaya-biaya pada bagian yang tepat sehingga dapat membuat bisnis bertahan meskipun pendapatan berkurang. 

Kedua, kami menyadari bahwa menjalankan bisnis sekarang tidak bisa terlepas dari teknologi digital untuk menjangkau segala aktivitas, baik dari meeting internal hingga melayani konsumen dalam aktivitas jual beli.

Melihat pandemi yang penuh ketidakpastian kapan akan usai, maka kami harus selalu siap beradaptasi dengan cepat, membaca peluang yang ada.


Di tengah hobi penikmat untuk sharing foto di medsospackaging menjadi penting. Karenanya, branding melalui packaging kue-kue di toko Putri dan rekannya pun dimaksimalkan sejak awal berdiri. 

Fokus 'bertemu' konsumen secara maya dan menyapa di rumah melalui hantaran makanan mengajarkan peran added value melalui kotak-kotak kue yang estetis.

Inovasi juga menjadi celah agar brand selalu dilirik. Misalnya, bisnis Putri yang Ramadan ini meluncurkan Sticky Dates Pudding, Lapis Legit, cookies hampers yang premiumhingga sekotak Petite Four(f) 

 

Trifitria Nuragustina


Topic

#pandemicbakers, #Annsbakehouse, #tokokuejaksel

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?