
Foto: Pixabay
Maraknya informasi palsu atau hoax yang beredar di dunia maya membuat media sosial dituntut untuk lebih proaktif mengatasi hal tersebut. Salah satu media sosial tersebut adalah Twitter. Sebab, sudah bukan rahasia lagi bahwa Twitter merupakan salah satu media sosial “favorit” para penyebar hoax untuk mengedarkan informasi-informasi meresahkannya. Bukan berarti Twitter membiarkan hoax berkeliaran. Salah satu kebijakan Twitter adalah melarang segala bentuk otomatisasi atau bot dalam mengunggah atau menyebarkan spam, dan akan diberikan sanksi hukum bila terbukti bersalah.
Guna memperkuat kebijakan tersebut, Kamis (22/2), Twitter mengeluarkan kebijakan baru dengan mengubah sistemnya. Twitter akan melarang dan menghentikan aplikasi pihak ketiganya untuk mencuitkan dan retweet tweet serupa pada beberapa akun Twitter sekaligus dalam satu waktu. Cara ini sekaligus mencegah tweet atau tagar postingan tersebut muncul pada daftar trending.
Dilansir dari Digitaltrends.com, kebijakan baru Twitter ini dirilis setelah melihat adanya dugaan bot yang menyebarkan hoax dan/atau propaganda pada masa kampanye pemilihan presiden AS tahun 2016 lalu. Apalagi minggu lalu diketahui ada 13 orang dan tiga institusi bisnis yang pernah menciptakan bot untuk menyebarkan hoax dan propaganda tadi pada kampanye pilpres AS 2016. Dari laporan New York Times, diduga pula aktivitas tersebut masih berlangsung hingga hari ini dari berbagai peristiwa.
“Perubahan-perubahan ini merupakan langkah penting guna memastikan kami (Twitter) bisa membasmi aktivitas-aktivitas jahat yang menyasar percakapan-percakapan penting di Twitter—termasuk pemilu di AS dan seluru dunia,” sebut Yoel Roth, Trust and Safety Manager Twitter Inc, melalui artikel pada blog.twitter.com.
Ada tiga hal yang ditekankan Twitter soal perubahan tersebut:
1. Aplikasi pihak ketiga (non-Twitter) yang digunakan untuk mencuitkan postingan tidak bisa lagi mencuitkan postingan yang isinya sama atau serupa pada akun-akun yang berbeda. Bahkan jika postingan tadi sudah dijadwalkan untuk dirilis di waktu-waktu berikutnya. Aplikasi pihak ketiga tersebut seperti Tweetdeck, Hootsuite, dan lainnya. Jika ingin posting konten yang sama, bisa melakukan dari satu akun pada akun yang lain. Tapi tidak bisa dilakukan dalam jumlah banyak sekaligus. Jika diketahui melakukan hal tersebut, Twitter akan memberikan sanksi.
2. Aplikasi pihak ketiga dilarang melakukan Likes, Retweet, dan follow secara simultan dari berbagai akun. Misalnya, pihak aplikasi harus melarang penggunanya follow sebuah akun secara spesifik dari beberapa akun yang dia punya pada aplikasi tersebut.
3. Aplikasi pihak ketiga dilarang mengunggah, Likes, atau Retweet postingan dari berbagai akun yang dimiliki satu pengguna aplikasi guna membuat sebuat tipik tampil di daftar Trending. Misalnya dilakukan pada sebuah tagar topik.
Kebijakan baru ini telah dilakukan Twitter pada aplikasi unggahan pihak ketiga miliknya, Tweetdeck, yang tidak akan lagi memiliki opsi untuk melakukan tweet, retweet, like atau follow dari berbagai akun dalam satu waktu pada aplikasi tersebut. Twitter pun memberikan waktu hingga tanggal 23 Maret 2018 pada aplikasi pihak ketiga lainnya untuk melakukan hal serupa. Jika tidak, Twitter tidak akan segan mengentikan operasional akun dan/atau aplikasi bersangkutan.
Bukan berarti Twitter tidak memedulikan kondisi sekitarnya. Ada pengecualian untuk kebijakan baru tersebut. Segala bentuk informasi dan peringatan darurat, informasi pelayanan publik, kondisi cuaca—yang seringkali dilakukan dalam konten yang serupa untuk waktu berbeda--masih boleh diunggah secara otomatis atau sekaligus. Jadi, peringatan gempa bisa dilakukan secara serempak di berbagai akun.
Namun, meski banyak orang yang akan menyukai kebijakan baru Twitter ini, Digitaltrends.com mengungkapkan kecemasan yang akan dihadapi sebuah institusi terpercaya, yang memiliki alasan positif menggunakan berbagai akun untuk mengunggah konten serupa. Contohnya, organisasi media yang seringkali memiliki beberapa akun Twitter untuk membagikan artikel atau informasi dengan topik berbeda. Dengan perubahan tadi, organisasi resmi dan terpercaya tadi akan sulit menggunakan aplikasi penjadwalan unggahan media sosial. Ini akan menjadi tantangan baru yang akan dihadapi pengguna Twitter ke depannya!(f)
Baca juga:
Resmi! Seluruh Pengguna Twitter Sudah Bisa Tweet Hingga 280 Karakter
Emoji Spesial Menyambut Peluncuran Akun Twitter Resmi EXO
Twitter Uji Coba Jadi 280 Karakter, Anda Setuju?
Topic
#twitterbot, #hoax, #twitter, #spam


