Food Trend
Wine untuk Makanan Indonesia, di Mata Pakar Sam Stephens

12 Dec 2019


Gold Label - Chardonnay.

 
Delapan dari sepuluh peminum wine di Asia Tenggara tidak percaya makanannya cocok bertemu wineSam Stephensbrand ambassador Wolf Blass, menyingkirkan stigma ini melalui kampanye #findyourflavour, bermitra dengan Michelin Guide. 

Empat chef yang restorannya berbintang Michelin melakukan eksperimen ini dan menunjukkan bahwa mengidentifikasi rasa saus bisa menjadi tolak ukur perjodohan wine, bukan dari jenis proteinnya. Saus adalah bagian substansial dalam hidangan di Asia Tenggara.


Para chef ini adalah Manjunath Mural (Song of India - Singapura), Thitid 'Ton' Tassanakajohn (Le Du - Thailand, Lam Ming Kin (Longtail - Taiwan), dan He Hong Ping (Da San Yuan - Taiwan). Mereka membuat saus pelengkap setelah mencicipi Gold Label-Shiraz, Gold Label-Cabernet Sauvignon, dan Gold Label-Chardonnay. 
 
Di Jakarta, semangat untuk berbangga dengan selera pribadi berlangsung di  KAUM Restaurant. Curry gravy, glazed hoisin, saus keluak, hingga sambal terasi adalah saus dari hidangan yang terhidang dalam dinner racikan KAUM malam itu. Sebelum menikmatinya dalam bentuk lima course, semua saus berjajar untuk dicoba terpisah bersama ketiga jenis Gold Label. 


Sam Stephens, brand ambassador Wolf Blass.


Hasil menunjukkan bahwa saus bisa terasa lebih pedas, lebih manis, atau gurih, tergantung pilihan wine yang dicoba-coba. Perbedaan pendapat terjadi antar jurnalis yang hadir, namun menunjukkan kesukaan tak perlu diseragamkan. Perjodohan wine bisa dipandang sebagai hal yang personal.

Tidak ada hitam dan putih untuk wine yang sempurna untuk hidangan tertentu, terlebih bagi makanan Indonesia yang tidak memiliki wine dalam tradisinya.


Pantollo Pamarrasan karya KAUM.

Marketing Manager SEA, Yodissen Mootoosamy dari Treasury Wine Estates, grup yang menaungi Wolf Blass, menyebut aksesibilitas yang membaik membuat wine kian mendekati lifestyle orang Jakarta. Wolf Blass sebagai wine Australia yang straightforward dan mudah dipahami dipandangnya sebagai jenis yang lebih menjanjikan untuk ditawarkan di pasaran seperti ini

“Konsumen akan dapat mengalami gaya pairing baru ini di restoran mitra berbintang Michelin, tidak hanya di Singapura, Thailand dan Taiwan, tetapi juga seluruh Asia Tenggara. Kami juga mendorong konsumen untuk mencocokkan wine Wolf Blass dengan makanan lokal sehari-hari," ujarnya. (f)

Foto: Dok. Wolf Blass - Indonesia

Baca juga: 
Chef Tommaso Gonfiantini Luncurkan Menu Terbaru GIA Jakarta
First Crack Coffee: Racikan Kopi Masa Kini​
Belanja Ikan di Muara Baru, Yuk!




 

Trifitria Nuragustina


Topic

#wolfblass

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?