
Foto: Dok. Mal Ciputra
Festival ini berlangsung mulai dari tanggal 9-20 Agustus di Center Court, Lantai Lower Ground Timur dan Utara Mal Ciputra Jakarta.
Berbeda pada tahun sebelumnya terbagi dalam dua area utama. Pada tahun ke lima ini terdapat tiga area gerai, salah satunya 19 jenis hidangan soto memiliki gerainya tersendiri,diantaranya Soto AHRI Garut yang dibuka sejak 1948.
“Melihat antusiasme masyarakat yang datang ke festival ini tahun lalu, kami tidak ragu menambahkan gerai baru restoran legendaris,” tutur Rusly Agus Aryanto, Direktur Proyek Mal Ciputra Jakarta.
Dilanjutkan area tengah bersanding dengan panggung terdapat antrian mengular pada beberapa gerai. Salah satunya Nasi Uduk Haji Yoyo Jakarta (1970), femina sempat kehabisan nasi uduk yang disajikan dalam besek itu.
Bersama pengunjung yang lain, rela menunggu satu jam hingga nasi uduk berikutnya tanak. Masih sejajar dengan gerainya terdapat Bebek Sinjay dan Sambel Ibu Rudy Surabaya.
Yang unik Paniki, sajian yang menggunakan kelelawar sebagai bahan utamanya. Namun tidak semua orang Minahasa bisa mengolahnya dengan sempurna, dan menjualnya dalam menu restoran. Hidangan ini sudah termasuk langka karena selain tidak mudah memasaknya, jenis kelelawar yang enak untuk diolah juga tertentu.
“Harus kelelawar yang memakan buah dan dewasa, tidak bisa menggunakan kelelawar muda dankecil,” tutur Norma Nangka, pemilik Rumah Makan Heng Mien tinoor Tomohon.
Rumah makan yang telah berdiri sejak 1950 ini salah satu dari 90 gerai pada festival kuliner Kampoeng Legenda yang baru bergabung tahun ini.
Baca juga:
7 Negara dengan Tradisi Minum Teh
McDonald’s Luncurkan Burger Rasa Rendang
Cape Discovery, Wine Olahan Bali Kualitas Dunia
Topic
#TrenKuliner



