Food Trend
Jadi Tradisi Fans, Menunggu Desain Starbucks Cup Edisi Akhir Tahun!

9 Nov 2021


Foto: Dok. Starbucks Indonesia

Di 4 November 2021 di AS dan Kanada, hawa holiday season diluncurkan di semua gerai Starbucks.

Bagi para fans, ini tandanya mereka bisa mulai menyesap minuman khas: Peppermint Mocha

Di Indonesia, menu tersebut ditemani Confetti Cookie Latte dan Toffee Nut Crunch Latte. Konsumen bisa mengganti susu sapinya dengan oatmilk dan almondmilk. Di luar negeri, dimana konsumennya sudah duluan melek dengan coffee drinks versi plantbased, salah satu menu holiday drinks bahkan adalah Iced Sugar Cookie Almondmilk Latte. Pertama kalinya dalam sejarah Starbucks. 

Uniknya, eforia fans tak cuma terletak pada menunya. 

Tradisi mereka adalah menunggu-nunggu desain Starbucks cup khusus Natal, diistilahkan red cup. Red cup berganti-ganti tiap tahun, dengan grafis yang berkaca ke tren. 

"Wrapped up like gifts for the holidays," dikutip dari press release yang beredar di Amerika untuk tahun ini. Ada grafis 'gift tag' dimana barista bisa menulis nama dan pesan untuk pembeli. 

Empat versi ini adalah The Siren (menonjolkan grafis bintang yang bersumber dari siren crown si simbol putri duyung berekor dua); atau Red Flame, mewakili bara dari proses coffee roasting; serta Coffee Tree Mistletoe bergambar biji kopi yang merah tanda siap petik; hingga Shades of Red dengan desain geometris dengan turunan merah Natal khas Starbucks. Baru di tahun 1999 warna merah yang jadi signature red hue ini diresmikan. Cenderung ke ruby red, atau burgundy? Lihat sendiri saja!


Dari yang femina telusuri di laman Starbucks-Stories and Newsdiketahui adalah Suzie ReecerStarbucks associate creative director, yang memimpin desaign campaign tahun ini. Ada tiga perasaan yang ia ingin konsumen rasakan, yakni magical, warmth, dan inclusivity. Terkait inklusivitas, ia ingin kebahagian jadi perasaan semua orang. 

Di luar negeri, menjadi yang pertama memberitakan versi red cup populer dilakukan.

Sejak tahun 90-an, netizen juga rutin berkomentar soal red cup. Termasuk di Twitter, terutama kala versi 2015 yang minimalis dan 'hanya' memuat warna cranberry ombré mengundang kontroversi di kalangan kristiani sayap kanan. Alasannya, karena tidak memuat simbol-simbol dekoratif Natal.


Dok.usatoday.com

​Lalu, kapan tradisi ini seasonal design ini dimulai?

Di tahun 1997, desainer kreatif kala itu, Sandy Nelson, menggambarnya secara manual. Ia sharing momen membanggakan yang terjadi di Agustus, di tahun pertamanya bekerja ke situs www.mashed.com. Ia terkejut senang kala CEO Starbucks kala itu, Howard Schultz, memilih desainnya. Sandy akhirnya bergelut 13 tahun lebih di perusahaan itu, hingga 2011. 

Tak mudah mencari jejak desain pertama ini. File-file kerjanya hilang kala Seattle dihantam gempa bumi di 2001. Edisi ini collector's edition. Warnanya magenta, bukan merah. (f)

 

Baca juga: 
Lagi Tren, Ini Bedanya Anggur Muscat dari Jepang
Setelah 20 Tahun, Dapur Cokelat Bercerita
Oat Mylk yang Lagi Hits di Jakarta


Trifitria Nuragustina


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?