Food Trend
Indonesia Spice Up The World Manuver Baru Pemerintah Mempromosikan Kuliner Indonesia

23 May 2021


Foto: Shutterstock

Perjuangan pemerintah Indonesia dalam memperkenalkan kuliner Nusantara di kancah dunia mengambil maneuver baru. Setelah di tahun 2018 melakukan melakukan  Co Branding   Wonderful Indonesia 100 Restoran Indonesia Diaspora dibantu oleh Kementerian Luar Negeri, kini pemerintah melakukan gerakan Indonesia Spice Up The World.

Indonesia Spice Up The World adalah sebuah gerakan nasional yang sedang diusung pemerintah untuk tujuan meningkatkan nilai ekonomi di pariwisata, perdagangan dan investasi melalui industri gastronomi. Saat ini, gerakan ini dikordinasikan oleh Kementerian Kordinasi Maritim dan Investasi. Digodok sejak Bulan Juni 2020 dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dari unsur pentahelix (Akademisi, Bisnis, Komunitas, Asosiasi, Pemerintah dan Media), rencananya program ini akan diluncurkai di Dubai World Expo Oktober mendatang.

Manuver baru ini dilakukan karena sebelumnya usaha Indonesia dalam mempopulerkan sajian Nusantara ke mancanegara mengalami banyak tantangan. Penggerak program Indonesia Spice Up The World Vita Datau dari Indonesia Gastronomy Network, menceritakan bahwa tantangannya adalah:

1/ Jumlah diaspora Indonesia yang tidak merata di setiap negara. Lokasi tinggal mereka pun terpisah-pisah sehingga tidak terbentuk komunitas fanatik yang mendukung produk lokal.

2/ “The problem of to many” menjadikan Indonesia sulit fokus untuk memilih makanan jagoan yang akan dipromosikan. Serta tidak konsistennya pasokan bumbu dan baham untuk membuat makanan Indonesia.

3/ Metode memasak yang panjang dan memakai banyak macam bahan terutama bumbu, menjadikan kesulitan sendiri bagi diaspora, restaurant Indonesia di Luar Negeri serta orang asing untuk belajar masak dengan cara tradisional dan mendapatkan rasa yang otentik.
 
Menurut Vita yang sudah bertahub-tahun berkecimpung dalam usaha promosi kuliner Indonesia, poin ketiga menyebabkan resotan Indonesia sulit berkembang dan bertahan. Belajar dari masalah ini dan belajar dari negara Asia lainnya, penggunaan bumbu paste atau bumbu siap pakai menjadi salah satu solusinya.
 
Sudah banyak diketahui bahwa Indonesia memiliki bumbu dasar untuk sebagian besar resep masakan tradisional, yakni bumbu merah, bumbu putih, dan bumbu kuning. Bahkan bumbu ini sudah tersedia dan sudah diekspor ke beberapa negara. Bumbu-bumbu ini dapat digunakan untuk mempermudah proses memasak. “Hanya perlu mengubah cara pikir dan mau mempelajari pemakaian yang benar dan mengembangkan kreasi,” ujar Vita.
 
Dengan mendorong penggunaan bumbu siap pakai, otomatis mendorong ekosistem gastronomi dari hulu hingga hilir. Artinya Pertanian, pengolahan bumbu, hingga distributornya semua teraktifasi untuk meningkatkan ekonomi negara.
 
Cara inilah yang dilakukan oleh Thailand menggunakan slogan “Thai kitchen For the World” dan kemudian ditingkatkan mensertifikasi produk makanan dan Restoran terkurasi dalam Thai Select. “Jika cara mereka berhasil, tidak ada salahnya kita daptasi,” ujar Vita saat acara Femina Live Food 911 beberapa waktu lalu.
 
Salah satu diaspora yang sudah merasakan manfaat dari program ini adalah Corina Tan, pemilik restoran Garam Merica di Melbourne. Ia mengaku bisnisnya sangat terbantu dengan program ini. Pekerjaannya di dapur lebih efisisn dan stansdar kualitas masakannya lebih bisa dijaga. Berkat efisiensi kerja ini, ia dapat membuat berbagai macam lauk untuk nasi bungkus buatannya yang viral di Melbourne.
 
 
 Baca juga:
Sertifikasi Halal Perkuat Peran Resto Sehat Salad Stop
Beda Greek Yoghurt dan Yoghurt Biasa. Mana Yang Lebih Sehat?
Burger Vegetarian Semakin Mudah Dicari
 
 
 


Topic

#bumbu, #promosikuliner

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?