Food Trend
Hari Ini, 7 Juli, Chocolate Day Dirayakan di Seluruh Dunia

7 Jul 2021

Tak banyak yang tahu bahwa 7 Juli 2021 adalah World Chocolate Day yang dirayakan secara besar besaran di negara penikmat cokelat. Ajakannya, menikmati segalanya yang serba cokelat. Dari es  krim, chocolate bar, cake, permen, hingga minuman.  

Cokelat melekat dengan banyak hal yang membahagiakan. Dari dipandang afrodisiak, meningkatkan  zat endorfin, sumber antioksidan, hingga penghibur kala #dirumahaja. Ditemukan 4000 tahun lalu  sebagai tanaman endemik (Theobroma cacao) di Mesoamerika (kini Meksiko), suku kuno Olmec sudah menghargainya sebagai minuman ritual dan penyembuh.  

Disusul, suku Maya dan Aztec yang mengaitkan cokelat sebagai makanan yang erat dengan Tuhan  dan suci. Cokelat menjadi nilai tukar ekonomi, lalu menjalar sebagai santapan aristokrat Eropa.  Bahwa cokelat punya persepsi mewah disuburkan oleh butik-butik handmade chocolate di Eropa  yang masih banyak berdiri hingga kini. 

Belgia misalnya, yang industri cokelatnya menggerakkan tren dunia. Chocolatier di sana mencari biji  cokelat terbaik dari daerah tropis dan memberinya pengolahan berkualitas.  

Magnum, sebagai merek es krim ikonis, menghangatkannya di Jakarta, dengan menggandeng resto dan kafe untuk membuat menu mengandung cokelat. Dipilih BEAU Bakery, .TEMU (Titik TEMU), Social Affair, dan Kopi Tembem.

Bagi para chef di tempat-tempat ini, cokelat adalah bahan yang familier. Namun, cokelat juga bisa punya tantangan. Misalnya, mencari bahan yang matching dan tidak menutupi rasa cokelat yang perlu menjadi dominan. 

Menata es krim harian menjadi artistik lihai di tangan para chef.

Misalnya, Chef Farid Al Farouq yang sudah bekerja di dapur pastry di mancanegara dan kini bekerja untuk Artisan Kuliner Group (a.l. Social Affair/Bakerman/Kakaw). Pengalaman fine dining membuatnya mengubah everyday ice cream tersebut menjadi plated dessert bak lukisan.

Atau, chef Ian Chin dan chef Putri Mumpuni, serta para bartender di BEAU Bakery yang membuat chocolate drink berlapis cheese drink. Minuman dituang ke dalam gelas cocktail yang cantik.

Atau, es krim Magnum yang diapit homemade marshmallow yang lalu dibakar hingga mengkaramelisasi dengan rasa sweet-burnt yang enak. Di atasnya diberi graham cracker, terinspirasi kudapan s'mores ala Amerika. BEAU Bakery memang mendapatkan banyak pengaruhnya dari bakery-bakery casual-artisan di Amerika. 

Ada juga chef Roy Ranba dari .TEMU (Titik TEMU Coffee) yang walau kini berfokus pada casual dining, sebenarnya punya latar belakang dapur perhotelan yang kompleks. Ia membuat coffee mousse dari kopi Gayo dan menaruhnya di atas es krim tersebut. Ada hiasan gold leaf-nya sehingga mewah. 

.TEMU juga terkenal dengan roti Peanut Butter n' Jelly. Chef Roy lalu membuat minuman untuk Chocolate Month ini dengan layer-layer selai kacang, blueberry, dan susu. Gayo coffee mousse menjadi lapisan teratas, tak melupakan signature .TEMU sebagai penjual kopi. 

Brand  Ambassador MagnumTatjana Saphira, juga ternyata memiliki coffee shop Kopi Tembem, bareng make-up artist terkenal Ryan Ogilvy. Keduanya membuat Blue Lagoon, yakni Magnum yang dicampur espresso, susu dan warna bunga telang. Serta Pink Sunrise, yang masih minuman kopi tapi dengan campuran stroberi. 

Kolaborasi ini mengajak publik untuk merayakan Chocolate Day yang dimulai dari hari ini, di rumah saja.

Beberapanya bisa dipesan secara take-away atau delivery. Sisanya berkonsep hidangan dine-in yang baru mulai dipesan jika akan ada perubahan pada kebijakan dine-in. (f)


Trifitria Nuragustina


Topic

#truetopleasure, #chocolatemonth

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?