Sebagai penyempurnaan dari ruby chocolate pertama yang diluncurkan pada 2018, Ruby RB2 keluaran merek cokelat Callebaut menawarkan intensitas rasa buah yang lebih dalam dan warna ruby yang lebih hidup, yang diperoleh secara alami dari biji kakao khusus, tanpa tambahan pewarna atau perisa berry buatan.
Di Indonesia, kehadirannya diperkenalkan secara istimewa melalui Grand Baking Demo yang mendatangkan chocolatier terkenal asal Australia, Kirsten Tibbals, beberapa waktu lalu.
Ruby RB2 disebut oleh Callebaut sebagai jenis cokelat keempat, setelah dark chocolate, milk chocolate, dan white chocolate. Produksinya mengandalkan suplai biji cokelat yang dipetik di Amerika Latin dan Afrika Barat, serta dijual dalam ukuran kemasan 2,5 kg.
Yang membedakan RB2 bukan sekadar penampilannya yang mencolok, melainkan proses produksi yang melibatkan pengolahan khusus terhadap biji kakao ruby.
Proses proprietary ala Callebaut berhasil mengungkap karakteristik unik yang terkandung dalam biji kakao tersebut, menghasilkan cokelat dengan profil rasa dan warna ruby (mirip pink dengan sentuhan marun).
Pada situs produknya, disebutkan bahwa rasa cokelat dengan warna cantik ini adalah persilangan antara blood orange, elderberry, sedikit kecut, dengan rasa buttermilk yang 'tipis'.
Dari segi aplikasi, RB2 menuntut pendekatan berbeda dibanding cokelat konvensional. Warna alaminya yang peka terhadap pH membuatnya lebih cocok untuk aplikasi berbasis lemak.
Bagi industri cokelat Indonesia, kehadiran RB2 membuka peluang baru untuk bereksperimen.
Di tengah naiknya harga cokelat dunia, namun dengan rasa cokelat yang terus-terusan menjadi top of mind konsumen, Ruby RB2 diharapkan membuka rasa penasaran dan memunculkan gairah berbelanja yang baru di dunia dessert. (f)
Baca juga:
Tren Tea Blend di Luar Negeri, Indonesia Sedang Menyusul?
Menanam Microgreens Bisa Jadi Hobi Baru
Hwangnam-Ppang, Kue Korea yang Mirip Bakpia Jogja
Trifitria Nuragustina
Topic
#rubychocolate, #kirstentibbals, #chocolateruby, #kuliner




