Selamat untuk Aris Sanjaya! Foto: Dok. Syrco BASÉSyrco BASÈ, pelopor culinary hub di utara Ubud yang dipimpin Chef Syrco Bakker, berbagi berita kemenangan Bar Manager Aris Sanjaya di kompetisi Diageo World Class Global Bartender 2024.
Di tahun ke-15 kompetisi, para bartender dari 44 negara beradu keterampilan di Shanghai, pertengahan September lalu. Tidak main-main, Aris mengisi posisi juara kedua dan menjadi orang Indonesia pertama di posisi bergengsi kompetisi bartending terbesar di dunia ini. Ia juga orang Indonesia pertama yang berhasil mencapai babak akhir di kompetisi ini.
Di dalam dunia mixology yang berkembang di Bali, Aris Sanjaya yang berasal dari Buleleng, Bali Utara, itu mementingkan keterlibatan elemen budaya Bali sebagai inspirasi.
Dikutip dari rilis pers, konsep yang diusung Aris, Roots to Flower, terinspirasi siklus kehidupan tumbuhan. Ia meracik enam koktail, yang memanfaatkan setiap elemen tumbuhan, mencakup akar, batang, daun, hingga bunga, buah, bahkan kulit kayu pohon mesoyi (kerabat kayu manis).
Racikannya cerminan Syrco BASÈ sebagai tempatnya bekerja yang mengedepankan TNT: Traceability, Nature, and Transparency. Restoran ini masuk dalam daftar 20 restoran terbaik di Bali oleh media terkemuka Australia, Traveller.
"Konsep Roots to Flower dengan indah merangkum pendekatan kami terhadap segala hal yang kami lakukan. Ini simbol komitmen kami untuk menghormati dan merayakan alam serta semua yang bekerja berdampingan," ujar Chef Syrco.
Bahan Indonesia juga akan selanjutnya dieksplorasi oleh bartender Syrco BASÈ lainnya, Wisnu Arcana, di babak final global Giffard West Cup di Prancis pada 23-26 September 2024.
Kolega Aris Sanjaya lainnya di Syrco BASÈ pun tak kalah berprestasi. Arya Dharmayasa, Assistant Bar Manager, bersama bartender A.A. Putra dan Zieshen Giovanni, berhasil meraih posisi kedua pada final Campari Red Hands Asia 2024 di Indonesia. Semuanya bukti bahwa dunia mixology dan bartender Indonesia bertaraf internasional.
Sementara dari tim kuliner, Stefan de Graaf, Head of Culinary Services, tengah menjadi finalis regional di San Pellegrino Young Chef Academy Competition (September 2024 hingga Januari 2025).
“Di Syrco BASÈ, kami berdedikasi dalam menumbuhkan budaya untuk unggul, sehingga antusiasme untukbelajar serta pengembangan profesional dan pribadi menjadi prioritas utama," ungkap Chef Syrco. (f)
Baca juga:
Ini Beda Okonomiyaki Gaya Osaka dan Hiroshima
Ini Beda Nasi Padang dan Nasi Kapau
5 Kecap Favorit Nasgor Ala Seto Nurseto, Kolektor Kecap Jebolan MasterChef
Trifitria Nuragustina
Topic
#kuliner, #diageocompetition, #syrcobaseUbud




