
Foto: 123RF
Menghindari kesal di kemudian hari, berikut 3 etika menghadapi situasi bersantap yang kurang menyenangkan. Intinya, jangan sampai emosi mewarnai komplain dan tunjukkan diri sebagai customer terpelajar.
1/ Cek keseluruhan pesanan segera setelah mendarat di meja.
Apa saja yang harus dicek? Tingkat kematangan daging (contoh: steak), tekstur, ataupun aroma makanan masih baik/tidak.
2/ Panggil pelayan segera jika pesanan belum sesuai.
Sampaikan keluhan Anda dengan singkat, tanpa bertele-tele. Penyampaian penuh emosi justru bisa membangkitkan sikap defensif lawan bicara. Ingat! Walaupun ada pepatah ‘customer is king’, berbicara secara kasar hanya membuang waktu dan membuat mood Anda dan teman bersantap jadi buruk.
3/ Setelah mendapatkan pesanan baru, cek kembali.
Jika sudah sesuai dengan keinginan Anda, sampaikan apresiasi untuk chef. Pada pelayan, sampaikan Anda menghargai langkahnya untuk mendengarkan Anda.
Anda dapat meminta untuk berbicara dengan manajer restoran, jika segala keluhan Anda tidak diperhatikan oleh pelayan. Restoran yang baik akan senang mendapat kritik membangun demi kelangsungan bisnis.
Jika komplain Anda tidak selesai saat itu juga, kirimkan e-mail keluhan ke pihak restoran dengan batas waktu pemberian penjelasan. Jika tidak ditanggapi juga, abaikan saja. Masih banyak restoran lain yang mendengarkan pelanggan, kok! (f)
Baca juga:
Kindness Fridge, Kulkas Isi Nasi Kotak Gratis di Dubai Menyentuh Hati Banyak Orang
Tren Gaya Makan Churrasco, Sudah Coba?
Nasi Shirataki Heboh di Kalangan Pelaku Diet Keto
Topic
#infokuliner


