Foto: UnsplashAda antaran Natal baru di kalangan orang Jakarta: Panettone, roti manis dan empuk khas Italia.
Pembuatannya memakan waktu, yang salah satunya bisa disebabkan oleh 2-3 tiga kali fermentasi demitekstur ringan dan berongga. Walau modifikasi bermunculan, pergeserannya tidak semasif Basque Burnt Cheesecake dan Croissant. Panettone gaya klasik paling dicari, terikat tradisi Natal.
Asal-usul nama "panettone"
Nama "panettone" berasal dari Bahasa Italia "pane" yang berarti roti, dan akhiran "-tone" yang bisa merujuk pada ukuran yang lebih besar daripada roti biasa. Ada juga yang menyebutkan bahwa "tonne" berasal dari kata "panetto" (sepotong roti kecil), meskipun ini lebih jarang.
Sejak akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, roti ini menyebar ke seluruh Italia, dan akhirnya ke seluruh dunia. Mereka yang bermigrasi ke AS dan negara-negara lainnya membawa tradisi bikin aPnettone.
Pada tahun 1920-an, perusahaan-perusahaan besar seperti Motta dan Dio memproduksi Panettone secara massal, menjadikannya lebih mudah diakses dan dikenal pasar internasional.
Legenda dan cerita populer
Legenda Milan mengisahkannya sebagai roti buatan Toni ("Pan de Toni") yang bekerja di istana Milan pada abad ke-15. Ketika head baker gagal menyiapkan hidangan manis yang memadai, Toni, yang justru belum memiliki posisi penting, merebut perhatian lewat roti manis buatannya dari bahan-bahan sisa.
Seiring waktu, roti ini berkembang dengan penambahan kismis, manisan buah, hingga rum atau wine. Versi premium bisa melibatkan lemon dari Amalfi Coast dan almond dari Piedmont. Gengsi bisa diukur dari seberapa artisan produsen Panettone yang jadi kiriman! (f)
Baca juga:
Gingerbread Cookies, Nikmat Beraroma Kayu Manis
Pohon Natal hingga Lonceng, Ini 6 Hiasan Natal yang Bisa Percantik Dekorasi Rumah
Selebrasi Akhir Tahun Sambil Berbagi Kebaikan di Mandarin Oriental, Jakarta
Trifitria Nuragustina
Topic
#kuliner, #panettone




